Share

Jokowi Pamer Ekonomi Indonesia Terus Menguat, Tumbuh 5,4%!

Feby Novalius, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 320 2648912 jokowi-pamer-ekonomi-indonesia-terus-menguat-tumbuh-5-4-0NDMNd1G5d.jfif Presiden Jokowi Pamer Pertumbuhan Ekonomi di Nota Keuangan. (Foto: Okezone.com/YouTube Setpres)

JAKARTA - Presiden Jokowi memamerkan capaian pertumbuhan ekonomi tahun ini. Di mana tren perekonomian terus menguat hingga 5,44% di kuartal II-2022.

"Alhamdulillah, Indonesia mendapatkan apresiasi sebagai salah satu negara yang berhasil mengatasi pandemi dan memulihkan ekonominya dengan cepat. Pemulihan ekonomi Indonesia dalam tren yang terus menguat, tumbuh 5,01% di Triwulan I dan menguat signifikan menjadi 5,44% di Triwulan II 2022," ujar Jokowi, dalam Penyampaian APBN 2023 dan Nota Keuangannya, di DPR RI, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: Kemandirian Pangan RI Terancam, Ini Bukti-buktinya

Adapun sektor-sektor strategis seperti manufaktur dan perdagangan tumbuh secara ekspansif, didukung oleh konsumsi masyarakat yang mulai pulih serta solidnya kinerja ekspor. Neraca perdagangan pun mengalami surplus selama 27 bulan berturut-turut, di mana manufaktur mengalami pemulihan kuat menopang tingginya kinerja ekspor nasional.

"Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi hilirisasi industri yang kita jalankan sejak 2015," ujarnya.

Baca Juga: Tuntutan DPR pada RAPBN 2023, Lindungi Daya Beli dan Sejahterakan Rakyat

Tingginya kinerja ekspor juga didukung oleh sektor pertambangan seiring meningkatnya harga komoditas global. Sektor transportasi dan akomodasi yang paling terdampak pandemi juga mulai mengalami pemulihan. Masing-masing tumbuh 21,3% dan 9,8% pada Triwulan II-2022.

"Pada Juli 2022,Indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) meningkat menjadi 51,3%, mencerminkan arah pemulihan yang semakin kuat pada Semester II," ujarnya.

Sementara itu, laju inflasi Indonesia masih jauh lebih moderat dibandingkan dengan negara lain. Per Juli, tingkat inflasi Indonesia sebesar 4,9% (YoY). Hal itu ditopang oleh peran APBN dalam menjaga stabilitas harga energi dan pangan.

"Konsekuensinya, anggaran subsidi dan kompensasi energi pada tahun 2022 meningkat menjadi Rp502 triliun," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini