Hatta : Buruh Indonesia Harus Sejahtera

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Sabtu, 28 Januari 2012 09:47 wib
Menko Ekonomi Hatta Rajasa. Foto: Okezone
Menko Ekonomi Hatta Rajasa. Foto: Okezone
JAKARTA - Menko Ekonomi Hatta Rajasa menegaskan jika tenaga kerja, termasuk buruh Indonesia harus sejahtera. Pasalnya, selama ini Indonesia bersaing dengan China soal tenaga kerja yang murah.

"Pekerja kita harus sejahtera, perusahaannya juga harus untung, negaranya harus mendapatkan pajak. Semuanya harus serasi seimbang, mengacu ke situ," ungkap kata Hatta di Kantornya, Jumat (27/1/2012) malam.

Sebelumnya, puluhan ribu buruh melakukan demo hingga memacetkan jalan tol Jakarta-Cikampek. Untuk menghindari kejadian seperti itu terjadi kembali, Hatta mengatakan akan melakukan review soal pengupahan.

Okezone.com Vote Form : 565082

Apakah tenaga kerja di Indonesia, termasuk buruh sudah menerima upah yang layak?

"Makanya di butir tadi kita akan mengecek peraturan pemerintah (PP) dan Kemenakertransnya tentang pengupahan itu, dengan benchmark yang baik, dibahas lagi, supaya komprehensif," jelas dia.

Sebagai informasi, pemerintah menyetujui besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi untuk golongan satu sebesar Rp1,491 juta. Kelompok II sebesar Rp1,715 juta dan kelompok III sebesar Rp1,849 juta. Di samping itu, serikat buruh pun berjanji demonstrasi besar-besaran yang terjadi hari ini tidak akan terulang kembali dalam keadaan apapun.

Hatta mengatakan, hal ini dilakukan guna menjaga suasana tetap kondusif dan menjaga investasi serta daya saing. "Serikat pekerja sepakat ini pertama dan terakhir, seberat apapun akan mengacu pada dialog dan menyerahkan pada hukum," tegas Hatta.

Dia menuturkan, jika dalam pelaksanaannya demonstrasi terjadi kembali, maka pihak yang berdemo harus siap menerima akibatnya. "Apabila terjadi pelanggaran akan ditindak secara hukum," tegas dia.

(wdi)
  • Nanang Bernadi AT » 0 Tanggapan
    Jangan hanya di pikirkan kenaikan upahnya saja pak. Tapi tolong beri pengertian pada mereka bahwa bekerja di era sekarang tolok ukurn keberhasilanya adalah pencapaian target.Seringkali kalau dituntut untuk mecapai target mereka pasti tidak mau tahu.Kelemahan pekerja di Indonesia dibandingkan dengan pekerja diluar negeri adalah masalah produktifitas.Dengan gaji yang hampir sama masalah produktifitas pekerja di Indonesia sangat jauh di bawah produktifitas pekerja di luar negeri. Terutama untuk perusahaan yang padat karya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • orang pinggiran » 0 Tanggapan
    smga bkn cm janja. soalnya kami buruh di salah satu prusahaan besar aja gaji blm naek, trus km ini sampe kapan harian trus
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Amin Nurdiana » 0 Tanggapan
    Memang sudah seharusnya saatnya ini, dari Pemerintah pusat hingga Pemerintah Daerah harus jelas untuk memikirkan kesejahteraan para Buruh. Bekerja 20 tahun lebih di suatu perusahaan, kami dapat mencukupi kebutuhan kehidupan sehari-hari dari gaji perbulannya. Kapan bisa untuk mencukupi kebutuhan yang lainnya..? Kenaikan seperti itu sebenarnya masih kecil, bila dibanding para pejabat yang sebentar saja sudah sejahtera...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dian » 0 Tanggapan
    Agaimana buruh ??? sejahtra kerja diperas habis habisan. Gaji ?i tekan habis habisan. Gaji dalam bentuk rupiah sedangkan barang barang atau investasi dihitung pakai dollar contohnya bensin, elektronik,motor, jalan tol! Pln, gaji buruh naik 5% barang barang naik 10 %, korupsi juga naik, biaya siluman naik ...... Buruh cuma. Trima sisa ?? bertahan hidup
    Beri Tanggapan Laporkan
  • vino gunawan » 0 Tanggapan
    kalau bicara aja di meja siapa yang gak bisa,kerjanya donk apa yang di bicarakan selalu bicara di jadikan bukti,yang seharusnya biarkan bukti yang berbicara,negara terkaya di dunia sekarang jadi negara menderita.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.