JAKARTA - Suku bunga acuan atau BI rate bisa turun hingga 4,5 persen jika melihat dari suku bunga Pinjaman Uang Antar Bank (PUAB) yang hanya 4,5 persen, padahal BI Rate saat ini masih bertengger di angka enam persen.
Ekonom Mirza Adityaswara menjelaskan, suku bunga PUAB yang di bawah BI rate menunjukkan adanya ekses likuiditas jangka pendek.
"Kalau dilihat begini, sebenarnya BI Rate bisa diturunkan 4,5 persen, karena suku bunga PUAB-nya di bawah enam persen yaitu 4,5 persen," ungkap Mirza dalam konferensi pers kinerja LPS di Equity Tower, Sudirman, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Lebih lanjut dia menegaskan, bank sentral sebenarnya ingin menurunkan BI rate di angka 4,5 persen dan hal ini dapat dilihat dari kebijakan BI yang menurunkan koridor suku bunga. "Penurunan ini menunjukkan BI ingin 4,5 persen tapi mungkin ada pertimbangan lain seperti inflasi," tambahnya.
Mirza kemudian mempertanyakan, jika BI tidak ingin menurunkan BI Rate tapi kenapa suku bunga PUAB tidak ditarik ke angka enam persen?
"Tanya BI, karena BI berhati-hati menurunkan BI Rate. Ini juga menunjukkan terjadi likuiditas jangka pendek," pungkasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.