Alasan BI Turunkan BI Rate

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Kamis, 9 Februari 2012 13:44 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Guna menjaga perekonomian Indonesia dari penurunan ekonomi global dan dampak kebijakan Pemerintah di bidang energi maka Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya (BI rate).

Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah mengatakan, BI akan terus berupaya mengoptimalkan peran kebijakan moneter dalam mendorong kapasitas perekonomian, menjaga stabilitas pasar keuangan, dan memitigasi dampak perlambatan ekonomi global, dengan senantiasa menjangkar ekspektasi inflasi ke depan ke arah sasarannya.

"Untuk itu, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui respons kebijakan suku bunga, kebijakan nilai tukar, kebijakan makroprudensial dalam rangka pengelolaan capital flows, kebijakan makroprudensial dalam rangka pengelolaan likuiditas, dan koordinasi kebijakan bersama Pemerintah," tutur dia dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (9/2/2012)..

Sebelumnya, dengan performa perbankan yang terus positif Rapat Dewan Gubernur BI menetapkan suku bunga acuan alias BI Rate diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen.

Dengan keputusan BI Rate ini, koridor bawah dan atas suku bunga operasi moneter BI masing-masing menjadi 3,75 persen untuk fasilitas simpanan (deposit facility rate) dan 6,75 persen untuk fasilitas pinjaman (lending facility rate).

Dewan Gubernur meyakini penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang bersifat counter-cyclical sangat diperlukan dalam pengelolaan makroekonomi secara keseluruhan. (mrt) (rhs)
  • ijoel » 0 Tanggapan
    sebagaimana tingkat turunnya, kok angsuran BTN saya gak berubah. Dulu tahun 2007 Rp. 900-an... eh berapa kali naik, terakhir jadi Rp. 1.035 juta, selepas itu kagak turun-turun walo BI ude nurunin ampe dasar, aneh! ahh... BTN dikau servis gue gak berubah2 gini2 aje, payah banget kinerjanya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Fakhrudin » 0 Tanggapan
    suku bunga turun terus .. tapi kenap sampai ke konsumen terutama KPR belum turun ? giliran naik pertama Bank konvensional yang duluan ... sangat tidak adil (konsumen KPR CIMB Niaga)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ihsan » 0 Tanggapan
    semoga penurunan ini berdampak pada peningkatan di sisi penawaran, bukan pada sisi permintaan yang konsumtif. Bank harus selektif memberikan kredit dimana ada perbedaan antara kredit untuk modal kerja dengan kredit yang sifatnya konsumtif. Pemerintah sebagai fasilitator berperan untuk memberikan kemudahan kepada para pelaku industri riil dalam mendapatkan modal usaha. Sehingga diharapkan sisi penawaran bisa terjaga malahan lebih bagus dirangsang untuk ekspor sehingga bisa memperbesar cadangan devisa kita seperti c**a ekspornya yang besar membuat cadangan devisanya sangat besar. Dengan maraknya perekonomian ini, pemerintah sudah bisa menyerap lapangan kerja dan juga menambah penerimaan negara dari sisi pajak baik ppn maupun pph badan
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit