Penurunan BI Rate Dinilai Berbahaya

Idris Rusadi Putra - Okezone
Kamis, 9 Februari 2012 14:10 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bp) pada hari ini. Dengan diturunkannya suku bunga ini dinilai akan meningkatkan resiko kepada perekonomian Indonesia.

Analis pasar modal Nico Omer menjelaskan, dengan dipangkasnya BI rate menjadi 5,75 persen, maka resiko akan mulai meningkat karena inflasi akan cenderung tinggi dalam jangka menengah.

"Risiko mulai meningkat menurut saya, karena inflasi dalam jangka waktu menengah-panjang cenderung akan meningkat dengan easy money policies yang diterapkan oleh berbagai bank sentral di dunia," jelas Nico kepada okezone di Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Dengan demikian, dia menilai jika inflasi naik, BI akan terlihat behind the curve dan pada akhirnya terpaksa mengejar inflasi.

Lebih lanjut dia mengatakan, turunnya BI Rate juga akan membuat rupiah melemah, namun pelemahan rupiah ini menurutnya masih akan terbantu dengan terus melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). "Rupiah memang dapat agak tertekan, tapi masih tertopang pada saat ini dengan pelemahan dolar AS," pungkasnya. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit