JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memimpikan tak juga dapat membuat holding BUMN perkebunan nasional tetapi juga membeli perkebunan Malaysia.
"Kalau BUMN bersatu dan bisa memupuk laba sampai Rp10 triliun, apa beratnya beli perkebunan di Malaysia? Eranya sudah berubah. Sekarang ekonomi Indonesia sudah 51 persen dari negara Asean. Saya ingin sekali holding perkebunan terbentuk," ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan ketika menemui wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (13/2/2012).
Seperti diketahui, rencana pembentukan holding BUMN perkebunan terus tertunda dari tahun lalu. Kementerian BUMN mengklaim, jika BUMN perkebunan tergabung dalam satu holding, capital market-nya bisa mencapai Rp20 triliun. Holding BUMN perkebunan sendiri rencananya akan dibentuk dalam empat subholding, yakni sawit karet I, sawit karet II, gula, serta teh dan aneka tanaman.
Deputi Menteri BUMN Bidang Privatisasi dan Restrukturisasi Pandu Djajanto memaparkan, jika rencana holding perkebunan BUMN ini bisa tercapai, maka akan bisa memperoleh pinjaman sekira 1,5 kali lipat dari total capital market sebesar Rp20 triliun. Selain itu, dengan terbentuknya holding tersebut ada tambahan sekira 200 ribu hektare (ha) per tahun. (gna)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.