Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisnis Waralaba Negara Tetangga Banjiri RI

Yuni Astutik , Jurnalis-Selasa, 14 Februari 2012 |17:37 WIB
Bisnis Waralaba Negara Tetangga Banjiri RI
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Tahun ini dipastikan Indonesia akan dibanjiri oleh bisnis waralaba yang berasal dari negara tetangga. Setidaknya terdapat 66 merek dagang yang siap bersaing dengan waralaba dalam negeri.

"Juni nanti, ada stan waralaba yang akan datang dari Malaysia. Jumlahnya 50-an. Sementara sebeum Juni ada 15-16 merk waralaba dari Singapura," kata Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Selasa (14/2/2012).

Dikatakannya, waralaba yang berasal dari negara tetangga tersebut masih didominasi oleh bisnis makanan dan minuman. Untuk lokasinya, dia menuturkan belum ada lokasi yang pasti. Namun kemungkinan besar biasanya Jakarta menjadi tujuan waralaba asing menjajakan dagangannya di Indonesia.

"Sehingga kalau sampai dengan akhir tahun bisa ada 100 waralaba asing yang datang ke Indonesia," akunya.

Berbeda dengan banyaknya waralaba asing yang masuk ke Indonesia. Waralaba dalam negeri nampaknya belum mampu menembus pasar asing secara besar-besaran. Buktinya, tahun ini hanya ada 10 merk waralaba dari Indonesia yang masuk ke pasar luar negeri.

Merek tersebut merupakan merk yang sudah tidak asing lagi di dalam negeri. Seperti misalnya Es Teler 77, Veneta, Ayam Penyet Ria, Ayam Bakar Wong Solo, Sari Bundo, Martha Tilaar, dan Natrabu.

"Untuk lokasi di mana, kebanyakan memang masih di kawasan. Seperti Singapura, Australia, dan Brunei Darussalam," tandasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement