Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Sembako Tinggi Disebabkan Gangguan Distribusi ke Depok

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Minggu, 08 April 2012 |12:11 WIB
Harga Sembako Tinggi Disebabkan Gangguan Distribusi ke Depok
Ilustrasi. (Foto: Koran SI)
A
A
A

DEPOK - Meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) batal naik, namun harga sembako di Depok masih tinggi. Contohnya terjadi pada harga minyak goreng, ikan asin, dan gula pasir.

Kepala Perencanaan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok Nuraini mengatakan kenaikan harga yang belum berubah kemungkinan disebabkan terganggunya distribusi atau supply bahan pokok ke Depok. Hal itu mengganggu permintaan atau demand yang cenderung tinggi di Depok.

"Kenapa minyak goreng naik, mungkin ada faktor produksi, pasti akan berjalan normal kembali, ini kagetan saja kan, kalau di Depok lebih ke distribusi, demand tinggi banyak warganya, tapi supply berkurang," katanya kepada wartawan, Minggu (08/04/12).

Nuraeni menambahkan inflasi di Depok saat ini masih normal yakni di angka 3-4 persen. Bahkan tahun 2011 angka inflasi di Depok lebih rendah dari tahun 2010. "Yang terbaru belum saya dapat dari BPS, tapi kita masih di kisaran empat persen, tak lebih dari Jakarta, tetapi Depok pernah lebih tinggi se-Jabar tahun 2010," paparnya.

Salah satu cara, kata dia, yakni dengan operasi pasar. Namun salah satunya juga dengan penggelontoran beras miskin atau raskin.

"Beras raskin sudah mulai turun. Untungnya harga BBM tak jadi naik, jadi gejolak inflasi tak tinggi, dan masyarakat miskin yang pendapatannya Rp450 ribu per bulan perkapita masih bisa aman," tegasnya.

Sebelumnya harga bahan pokok di Pasar Dewi Sartika Depok masih tinggi. Yakni harga minyak goreng Rp12 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp10 ribu. Begitu pula dengan harga gula dan ikan asin serta cabai.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement