JAKARTA - Guna mendorong pertumbuhan penerbitan obligasi lintas negara, serta investasi dalam pasar obligasi dalam denominasi mata uang lokal pada kawasan Asean+3, maka panduan pasar obligasi Asean+3 (Asean+3 Bond Market Guide) diterbitkan.
Demikian dilansir dari situs resmi Direktorat Jendral Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan. Panduan pasar obligasi Asean+3 diterbitkan oleh Asean+3 Bond Market Forum (ABMF) bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) selaku Sekretariat ABMF, setelah melalui proses konsultasi dengan para regulator dan pelaku pasar di kawasan ASEAN+3.
Panduan ini, memuat informasi mengenai infrastruktur pada pasar obligasi, arus transaksi, yang mencakup informasi terkait matching, settlement cycles, dan numbering, serta kerangka hukum dan praktik pasar obligasi yang berlaku di negara anggota, yaitu Republik Rakyat China (RRC), Filipina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
"Panduan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman investor terhadap pasar obligasi di kawasan dan membantu dalam persiapan pelaksanaan Asian-Multi Currency Bond Issuance Program (AMBIP), yang diharapkan dapat diluncurkan pada akhir 2013, termasuk kemungkinan penerbitan perdana obligasi melalui program tersebut," ungkap keterangan tersebut, Selasa (10/4/2012).
Hal ini lantaran adanya perkembangan signifikan telah terjadi pada pasar obligasi domestik, namun transaksi lintas negara dalam kawasan ASEAN+3 masih relatif kecil.
"Pasar obligasi lintas negara yang lebih aktif pada kawasan ASEAN+3 akan membantu mendistribusikan sumber dana di kawasan ASEAN+3 menjadi investasi di kawasan tersebut, yang pada akhirnya mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi kawasan yang stabil dan berkelanjutan," jelas keterangan itu.
ABMF sendiri terbentuk pada September 2010, terdiri dari para ahli di sektor publik dan swasta, termasuk Self-Regulatory Organizations (SRO), lembaga depository dan bursa, asosiasi industri di negara-negara ASEAN+3, serta pelaku pasar internasional.
ADapun tujuan dibentuknya ABMF, adalah untuk membantu perkembangan standarisasi peraturan serta praktik pasar pada pasar obligasi dalam denominasi mata uang lokal. ABMF merupakan bagian dari Asian Bond Markets Initiative (ABMI) yang dibentuk oleh para Menteri Keuangan di kawasan ASEAN+3 pada 2003 untuk mengembangkan pasar obligasi dalam denominasi mata uang lokal.
Sekadar informasi, ASEAN+3 terdiri atas 10 negara anggota Association of Southeast Asian Nations (Asean) termasuk Indonesia, ditambah dengan RRC, Jepang, dan Korea Selatan. Panduan tersebut, dapat ditilik melalui website AsianBondsOnline (www.asianbondsonline.adb.org) dan Asian Development Bank (www.adb.org).
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.