BANDA ACEH – Angka pengangguran di Provinsi Aceh per Februari 2012 mencapai 164,4 ribu orang, dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,87 persen. Angka ini meningkat 15,4 ribu dibanding jumlah pengangguran pada Agustus 2011.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Syeh Suhaimi mengatakan, meningkatnya angka pengangguran karena naiknya jumlah angkatan kerja di Aceh, sementara lapangan kerja yang tersedia masih minim.
"Pada Februari 2012, jumlah angkatan kerja di Provinsi Aceh mencapai 2.087,7 ribu orang, atau naik sebanyak 86,7 ribu orang dibanding jumlah angkatan kerja pada Agustus 2011," jelasnya saat konferensi pers di Banda Aceh, Senin (7/5/2012).
Penduduk Aceh yang bekerja hingga Februari lalu tercatat 1,923,3 juta orang, atau bertambah sekira 71,3 ribu dibanding pada keadaan Agustus 2011.
Menurutnya, pengangguran di Aceh didominasi angkatan kerja berpendidikan setingkat SMA/sederajat yaitu mencapai 82,7 ribu orang atau 50,3 persen. Disusul tamatan diploma sebanyak 7,2 ribu orang dan lulusan Perguruan Tinggi lainnya (di atas sarjana) sekira 5,3 ribu orang.
Sedangkan dari jenis kelamin, pengangguran di Aceh didominasi kaum laki-laki yaitu mencapai 93,4 ribu orang, sedangkan perempuan hanya 71 ribu orang. Namun sebanyak 58,91 persen perempuan non-pengangguran bekerja di bawah 35 jam per minggu.
Suhaimi menyebutkan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar di Aceh hingga saat ini yaitu 50,24 persen. Diikuti sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perseorangan sebesar 20,25 persen dan sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi 13,87 persen.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.