JAKARTA - Terlepas dari kontroversial batas pemilikan asing serta asas resiprokal, langkah Temasek yang mengalihkan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) ke DBS Group Holdings sukses mendongkrak harga saham BDMN.
DBS Group Holdings Singapura berencana membeli 67,37 persen saham Bank Danamon senilai 6,2 miliar dolar Singapura atau sekira Rp45,2 triliun. Semula saham itu dimiliki Fullerton Financial Holdings melalui Asia Financial Indonesia. DBS dan Asia Financial Indonesia merupakan anak usaha Temasek.
Analis dari Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menjelaskan, harga saham Bank Danamon ini melejit signifikan usai DBS mengumumkan akan mengakuisisi Bank Danamon dengan harga premium di level Rp7.000 pada 2 April 2012. Alhasil, harga saham BDMN ini langsung naik 39 persen ke Rp6.400 pada 3 April dari harga pada periode perdagangan sebelumnya 30 Maret masih berada di Rp4.600.
Walau tidak menyentuh level Rp7.000, seperti harga BDMN yang disebut DBS, harga saham BDMN ini sempat menyentuh level tertinggi di Rp6.400 pada 23 April lalu.
Kendati demikian, isu ketidakjelasan akuisisi ini membuat harga saham ini kembali turun. Walau tidak kembali ke level Rp4.600, seperti sebelum diumumkannya rencana akuisisi oleh DBS.
Bahkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menegur bawahannya terkait akuisisi Bank Danamon terhadap oleh DBS Group ini. Pasalnya, hal ini tidak ada dalam rencana bisnis bank (RBB) yang diajukan oleh DBS atau pun Bank Danamon.
Harapan pupusnya akuisisi ini semakin membayangi ketika isu batas pemilikan asing serta asas resiprokal semakin didengung-dengungkan. Hal ini semakin membuat harga saham BDMN tertekan.
Tak hanya itu, tiba-tiba muncul pernyataan DBS yang mengatakan akan menunda akuisisi Bank Danamon dalam satu sampai dua tahun ke depan. Walau sudah meralat statement tersebut, tetap saja sentimen negatif sudah membuat harga saham ini turun.
"Walau sudah membantah, tetap saja kabar itu sudah sampai investor. Dan investor juga memasukan faktor batalnya akuisisi tersebut," kata Satrio Utomo saat berbincang dengan Okezone.
Walau demikian, pada akhir perdagangan sesi I Kamis (10/5/2012) ini, harga saham ini ada di posisi Rp5.700. Dengan demikian, jika dibandingkan dengan posisi harga saham BDMN sebelum DBS mengumumkan rencana akuisisi, saham BDMN ini tumbuh 24 persen.
"Kemungkinan batalnya akuisisi Bank Danamon oleh DBS ini masih akan memberikan tekanan ke saham BDMN ke depannya," jelas dia.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.