BANDUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tidak menambah anggaran untuk pembelian BBM nonsubsidi (Pertamax) bagi kendaraan dinas atau plat merah. Ini dilakukan menindaklanjuti instruksi presiden tentang penghematan energi.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, menyiasati penghematan energi ini pihaknya akan mengevaluasi perjalanan dinas ke luar kota. "Makanya perjalanan dinas akan kita evaluasi, yang tak perlu dicoret," kata Heryawan, di sela pemasangan stiker larangan pembelian premium untuk kendaraan dinas di lingkup Pemprov Jabar, Jalan Diponegoro, Senin (4/6/2012).
"Kita hanya biayai perjalanan dinas yang mendesak yang betul-betul perlu untuk kepentingan masyarakat kita," tambah Heryawan.
Menurutnya, penambahan anggaran untuk Pertamax tidak bisa dilakukan karena perlu perubahan anggaran APBD 2012. Sehingga, Pemprov Jabar menganggarkan sebagaimana yang ada di angggaran 2012 yang sudah ditetapkan.
Dia berharap, tidak ada perubahan anggaran sama sekali. "Mudah-mudahan selamanya tidak ada perubahan anggaran. Karena kita ingin penghematan saja. Anggaran sekian harus pakai Pertamax, ya harus dicukupkan," paparnya.
Heryawan melanjutkan, pihaknya masih harus melihat hasil evaluasi setelah upaya Pemprov Jabar melakukan penghematan energi yang mulai berlaku saat ini di lingkungan Pemprov Jabar. "Kita akan lihat, evaluasi APBD perubahan ketika sekarang (upaya penghematan) efektif, jalan seperti biasa, berarti selesai," ujarnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.