Stimulus The Fed Kerek Harga Karet

Wahyudi Siregar - Okezone
Sabtu, 15 September 2012 13:00 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
MEDAN – Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) menegaskan, peningkatan harga karet di pasar internasional disebabkan oleh faktor fundamental pasar. Hal ini karena tekanan produsen baru akan diberlakukan 1 Oktober mendatang.

"Kami melihat ini karena Kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat yang memberikan stimulus untuk pemulihan ekonomi sehinngga optimisme produksi mereka terbangun lewat stimulus tersebut. Amerika kan salah satu negara konsumen karet alam terbesar di dunia, sehingga mampu mengintervensi harga," jelas Sekretaris Eksekutif Gapkindo Edy Irwansyah Sumut di Medan, Jumat (14/9/2012) malam.

Sementara itu, Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Fitra Kurnia menilai, naiknya harga ini lebih karena stimulus ekonomi dan belum akan bertahan lama. Dampak dari kesepakatan International Tripartite Rubber Council (ITRC) sendiri baru akan memberikan dampak dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

"Karet ini kan komoditas internasional, jadi enggak suka-suka produsen naikkan harga. Ada proses pasti karena berdagangnya pakai kontrak. Kami simpulkan ini murni karena fundamental pasar saja dan tetap ada kemungkinan untuk turun lagi," komentarnya.

Sebagai informasi, Disperindag Sumut mencatat hingga Agustus 2012, nilai realisasi ekspor karet Sumut mencapai USD466,332 juta atau turun 31,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekira USD680,946 juta. Secara volume, realiasi ekspor karet Sumut juga menurun dari 140.083 ton menjadi 134.864 ton. (gna)
(rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป