JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memberikan Kredit Modal Kerja (KMK) guna menopang kekuatan finansial PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo II. KMK yang diberikan BNI mencapai sekira Rp500 miliar dengan tenor setahun dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak.
Direktur Business Banking BNI Krishna R Suparto mengatakan, jika Pelindo II tidak efisien maka sebagian penyediaan logistik Indonesia juga akan tidak efisien. Akibatnya perusahaan pelayaran akan membayar mahal.
"Itu akan bermuara pada tingginya biaya logistik di Indonesia dan membuat industri dalam negeri tidak kompetitif saat bersaing dengan perusahaan asing," demikian disampaikannya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/9/2012).
KMK ini adalah kredit pertama yang diterima Pelindo II dari perbankan nasional sejak perusahaan ini berdiri. Sebelumnya, Pelindo selalu bertopang pada kekuatan kasnya dalam pengoperasian bisnis.
Pembiayaan modal kerja ini dibutuhkan Pelindo II untuk membantu likuiditas perusahaan pada 2012 dan 2013. Penguatan finansial tersebut dibutuhkan antara lain karena pada akhir 2012, Pelindo II akan memulai pembangunan proyek Pelabuhan Kalibaru atau terkenal dengan New Tanjung Priok.
Atas dasar itu, BNI dan Mandiri bersedia menandatangani fasilitas KMK senilai Rp1 triliun, yang merupakan pembiayaan bersamaan secara Club Deal. Adapun porsi BNI dalam KMK tersebut mencapai Rp500 miliar atau 50 persen dari total fasilitas kredit.
Krishna mengatakan, penyediaan KMK ini sejalan dengan upaya BNI untuk mendukung program percepatan pembangunan ekonomi yang diusung pemerintah melalui MP3EI.
"Alasan Kedua adalah, Pelindo II menjanjikan potensi besar sehingga kredit ini merupakan salah satu jalan untuk masuk ke dalam bisnis penyediaan infrastruktur ke pelabuhan di masa mendatang," ujar Krishna.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.