Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produk Makanan & Minuman Paling Banyak Dikonsumsi Konsumen

Johan Sompotan , Jurnalis-Selasa, 18 September 2012 |21:13 WIB
Produk Makanan & Minuman Paling Banyak Dikonsumsi Konsumen
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
A
A
A

JAKARTA - Produk makanan dan minuman (mamin) menjadi barang konsumsi harian yang paling banyak dibeli oleh konsumen yaitu sebesar 81 persen. Disusul produk Personal Care sebanyak 10,6 persen dan produk Home Care sebanyak 8,4 persen.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kantar Worldpanel Indonesia sepanjang 2011. Adapun perusahaan riset ini meluncurkan program expert service untuk membantu dunia bisnis Indonesia memahami dinamika pasar dan menjajaki tren pasar dengan lebih baik. Hal ini diperlukan untuk mendukung fokus bisnis dan menyusun strategi pasar yang efektif bagi produsen.

"Sektor makanan dan minuman ini meliputi antara lain beras (25,4 persen), mie instan (8,2 persen), minyak goreng (7,5 persen), dan gula (6,3 persen). Sektor lain seperti barang keperluan pribadi dan rumah hanya mendapat porsi sekira 20 persen dari kantong masyarakat Indonesia," ungkap Head of Kantar Worldpanel’s Centre of Excellence Regional Asia Martin Hanscombe, saat workshop di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (18/9/2012).

Dijelaskannya, perilaku konsumsi selalu menjadi subyek yang menarik bagi dunia bisnis. Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2012 adalah yang terbesar kedua di dunia setelah China memiliki batas atau treshold pendapatan per kapita (GDP) USD3.000, dan kini sudah bergerak naik ke USD3.750.

"Naiknya GDP yang mencapai angka psikologis USD3 ribu, melahirkan konsumen kelas menengah. Tak dapat dipungkiri, saat ini masyarakat kelas menengah adalah konsumen terbesar di Indonesia, hal ini menjadikannya sasaran dari para produsen dan retailer, terutama untuk barang konsumsi harian (FMCG)," jelasnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh berbagai narasumber internasional ini, Kantar Worldpanel Indonesia yang merupakan bagian dari perusahaan riset terbesar dunia - Kantar Group memaparkan tiga topik utama terkait dengan perilaku konsumsi masyarakat Indonesia.

Pertama, strategi memahami alasan di balik perilaku atau kebiasaan berbelanja dari konsumen, memahami misi berbelanja dari konsumen, serta bagaimana konsumen berperilaku terhadap suatu kategori tertentu.

"Di dalam pasar FCMG yang dinamis, pemahaman akan alasan mengapa konsumen memiliki perilaku berbelanja tertentu dapat menjadi suatu informasi vital untuk membantu produsen dan riteler untuk memenangkan kompetisi dalam pasar ini. Para konsumen berbelanja produk-produk FMCG dalam frekuensi yang sangat sering tak terlepas dari berbagai misi yang mereka miliki. Dan memahami apa saja misi mereka dapat membantu produsen menyusun strategi untuk memenangkan konsumen," ujarnya.

Sekadar informasi, Kantar Worldpanel Indonesia telah melakukan survei atas 7.000 rumah tangga di kota-kota besar dan pedesaan di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Dengan rincian 5.540 rumah tangga di perkotaan dan 1.460 rumah tangga di desa.

"Survey dilakukan di sejumlah kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Medan, Palembang dan Makassar," ujar Direktur LinkQ Project Asia Jenny Hall.

Temuan di lapangan menunjukkan, 20 kategori teratas pilihan konsumen tahun lalu, 13 produk yang menjadi pilihan konsumen didominasi konsumsi produk makanan dan minuman. Bahkan empat produk di antaranya menguasai setengah dari alokasi dana mereka. Menurutnya, ada konsentrasi belanja yang sangat besar dalam kategori-kategori ini, terutama konsumsi nasi, diikuti oleh beberapa kategori utama seperti susu formula pertumbuhan, kopi, dan biskuit.

"Kami memantau perilaku pembelian dari para sampel ini secara mingguan dan terus-menerus. Data yang digunakan antara lain apa saja yang mereka beli, di mana mereka membeli, berapa yang mereka bayarkan, apakah mereka membeli barang promosi, dan lain-lain," bebernya.

Sementara untuk 10 kategori teratas produk yang dikonsumsi konsumen adalah beras 25,4 persen, mie instan  8,2 persen, minyak goreng 7,5 persen, gula 6,3 persen, susu formula pertumbuhan 5,7 persen, kopi 4,5 persen, dan deterjen 3,8 persen. Disusul biskuit 3,4 persen, air mineral 2,6 persen, serta susu kental manis 2,1 persen.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement