JAKARTA - Pemerintah menyebut investor Kuwait melakukan kunjungan ke Indonesia untuk membicarakan peluang bisnis migas. Pembicaraan ini termasuk pembangunan kilang minyak dengan nilai investasi USD6 miliar.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan, dalam pertemuan ini pemerintah hanya akan menjadi mediator antara perusahaan yang berada di Indonesia dengan investor dari Kuwait tersebut.
"Akan saya kawinkan dengan berbagai pihak. Baik itu dengan Pertamina maupun Medco. Kalau ketemu (sepakat) syukur, silakan ijab kabul. Kalau tidak, ya sudah. Saya sebagai negara hanya memfasilitasi," kata Rudi, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Jumat (26/10/2012).
Terkait keinginan Kuwait untuk berinvestasi kilang di Indonesia, menurut Rudi, kajian mengenai insentif yang diminta masih belum selesai. Rencananya joint study mengenai hal itu baru akan rampung Desember mendatang.
"Insentif belum selesai karena sampai Desember studinya," ungkap Rudi.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa ke Kuwait pekan lalu dan memastikan bahwa pihak Kuwait akan membangun kilang minyak di Indonesia, dengan nilai investasi USD6 miliar.
Pertemuan akan dihadiri oleh pihak-pihak terkait seperti Badan Pelaksana hulu Minyak dan Gas bumi (Bp Migas), PT Pertamina dan PT Medco Energi dengan difasilitasi Kementerian ESDM. (gna)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.