Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KemenPU Susun Laporan Jaminan Sisa Lahan Tol Cikampek-Palimanan

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Jum'at, 09 November 2012 |17:24 WIB
KemenPU Susun Laporan Jaminan Sisa Lahan Tol Cikampek-Palimanan
Ilustrasi. (Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian PU sedang menyusun laporan jaminan penyelesaian sisa pembahasan lahan ruas tol Cikampek-Palimanan ke perbankan pemberi kredit. Ruas tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 kilometer (km) hingga kini masih menyisakan 2,5 persen lahan yang belum bebas.

"Cikampek-Palimanan 97,5 persen sudah bebas, namun bank belum mau keluarkan pinjaman. Mereka minta ada laporan yang menjamin kalau yang 2,5 persen tidak ada masalah, dan sedang kita susun satu sampai dua hari," ujar Menteri Pekerjaam Umum (PU) Djoko Kirmanto seperti dilansir dari situs resmi PU, Jakarta, Jumat (9/11/2012).

Dia berharap, setelah laporan tersebut diberikan, Perbankan dapat memberikan keputusan dalam dua minggu. Pencairan pinjaman tersebut sangat penting untuk mempercepat proses konstruksi ruas tol milik PT Lintas Marga Sedaya tersebut.
 
Menurutnya, konstruksi sudah mulai di Cikampek, di Cirebon juga sudah land clearing. Namun, anggaran tersebut menggunakan equity investor.

"Mereka sudah habis lebih dari Rp100 miliar, dan sedang menyiapkan Rp300 miliar lagi. Namun Rp400 miliar dari Rp10 triiliun kan sangat kecil," jelas dia.

Hal yang sama juga terjadi pada jalan tol Sumatera. Menurutnya, pemerintah akan selalu berusaha untuk mewujudkannya, karena selama sepuluh tahun terakhir tidak ada jalan tol.

"Kami seminggu lalu sudah bertemu dengan seluruh Gubernur Sumatera bagaimana agar jalan tol Sumatera ini segera dibangun," ujarnya.

Dia mengatakan seluruh Gubernur Sumatera sepakat untuk mewujudkan hal itu, dengan membentuk PT Jasa Marga Lampung, PT Jasa Marga Sumsel, PT Jasa Marga Sumbar, PT Jasa Marga Riau, PT Jasa Marga Sumut dan seterusnya, yang tahun ini bergerak serentak.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement