Mat Suhan, si Tukang Becak yang Jadi Juragan Jagal Sapi

\Mat Suhan,  si Tukang Becak yang Jadi Juragan Jagal Sapi\
Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mat Suhan adalah seorang tukang becak yang mangkal di alun-alun Kota Malang, Jawa Timur.  Terdorong untuk meningkatkan derajat hidup, kemudiaan dia berjualan daging sapi di Pasar Dinoyo dengan menyewa lapak berukuran dua meter persegi. Kini, Mat Suhan telah menjadi Juragan daging sapi dengan omset sehari sekira Rp10 Juta.

Sangat menarik mengamati sejarah hidup Mat Suhan. 10 tahun lalu, dia memulai semua itu betul-betul dari bawah, yaitu dari hanya seorang tukang becak. Dia berasal dari Tumpang, sebuah kecamatan di Kabupaten Malang, kemudian merantau ke Kota Malang dan menjadi seseorang tukang becak yang mangkal di alun-alun Kota Malang. Pada malam hari pelanggannya terutama pada pekerja seks komersial (PSK) jalanan yang mangkal di alun-alun. Sudah biasa Mat Suhan mengantar mereka ke losmen-losmen tempat melakukan kegiatan prostitusi.

Lepas dari pekerjaan sebagai penarik becak, Mat Suhan kemudian menikah dan tinggal di Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau. Awalnya dia bekerja serabutan mulai dari kuli bangunan sampai mencarikan rumput serta memelihara sapi tetangga. Dengan ketekunannya dia bisa memiliki sapi sendiri dan mulailah menjadi ”blantik sapi”, yaitu jual beli sapi hidup dan juga menggemukkan sapi untuk diperdagangkan di pasar hewan. Dia juga menjual sapi warga karena di desa tersebut banyak penduduknya yang juga memelihara sapi untuk investasi dan diperdagangkan.

Dari situlah akhirnya Mat Suhan mulai punya keberanian untuk berdagang daging sapi dengan modal terbatas dan mengontrak sebuah lapak di Pasar Dinoyo. Dia yakin berdagang daging sapi sebenarnya cukup menguntungkan apalagi kalau yang dijual adalah sapinya sendiri. Dan memang, pilihannya tidak salah. ”Saya akhirnya menyewa lapak kecil di pasar untuk berjualan daging sapi. Sebelumnya saya sudah pelajari seluk beluk usaha ini,” ujarnya.

Kegiatan Mat Suhan sehari-hari adalah berdagang daging sapi di Pasar Dinoyo, Malang. Rutinitasnya dimulai pada pukul 01.00 dini hari menyembelih sapi, di mana proses ini memakan waktu sekitar satu hingga dua jam. Kemudian pukul 05.00 WIB sudah berada di Pasar Dinoyo, sampai sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah itu, istrinya yang menjaga lapaknya di di pasar sampai tutup sekitar pukul 11.00-12.00 WIB.

Dalam sehari Mat Suhan minimal menyembelih 1 ekor sapi seharga Rp9-10 Juta dengan bolot hidup sekitar 480 kilogran. Jumlah tersebut adalah omset normal atau minimal karena terkadang saat musim banyak orang mempunyai hajat semisal pernikahan disembelih bisa menghasilkan laba bersih rata-rata Rp1 juta dalam sehari.

Uniknya, dia pernah mendapatkan sapi yang lumpuh. Istilah dalam bahasa orang yang berkecimpung dalam bidang ternak, sapi ini disebut ”sapi roboh”. Jika medapatkan sapi roboh, merupakan berkah tersendiri bagi orang-orang yang menjual daging sapi.

”Sapi roboh” ini bukan sapi yang sakit sehingga dagingnya tidak sehat. Namun secara fisik dia tidak bisa berdiri karena keseleo atau mengalami hal sejenis yang mengakibatkan tidak bisa berdiri. Sehingga bagi perternak kesulitan untuk menjual ke pasar hewan atau sesama pedagang sapi.

Jika harga normal sapi sekira Rp10 Juta, namun ”sapi roboh” bisa di beli dengan harga Rp5-6 juta. Padahal kalau disembelih akan menghasilkan sama dengan sapi normal sehingga bisa mendapatkan keuntungan minimal Rp5-6 juta. Perdagangan daging sapi atau lazim disebut jagal sapi ini cukup berkembang dan menghasilkan keuntungan yang banyak.

Sekitar tujuh tahun lalu, Mat Suhan masih mengontrak lapak berukuran dua meter persegi. Saat itu , dia masih membeli daging dari tukang jagal atau pedagang daging lain karena modal maupun penjualannya masih kecil, serta belum memiliki sarana prasarana seperti rumah potong atau tempat penyembelihan.

Mat Suhan sangat yakin atas usahanya tersebut dan keinginanya adalah bisa naik kelas dari sekedar membeli daging dari jagal bisa naik kelas menjadi jagal sapi sendiri. Untuk itu, dia membutuhkan tambahan modal yang akhirnya dia mendapat pinjaman dari satu lembaga keuangan sebesar Rp50 juta.

Dengan pinjam modal tersebut Mat Suhan sudah bisa menjadi jagal sapi sendiri sehingga penjualan dagingnya juga semakin meningkat. Selain untk dijual sendiri, dia juga melayani pedagang lain yang membeli daging ke dirinya. ”Pinjaman tersebut bisa saya bayar sampai lunas dan tidak pernah terlambat,” ungkapnya, dalam buku Rahasia Sukses Pengusaha Tahan Banting, di bawah binaan Permodalan Nasional Madani (PMN).

Diawali 2010 lalu, Mat Suhan bertemu petugas pemasaran UlaMM Unit Dinoyo Malang. Pertemuan tersebut tidak disengaja, yaitu saat Mat Suhan mengantar daging pesanan tetangga rumah petugas UlaMM tersebut, untuk keperluan hajatan keluarga. Keduanya sudah saling kenal sebelumnya.

Dari pertemuan tersebut keduanya kemudian ngobrol dan saling menceritakan perjalanan hidup masing-masing. Saat itulah, petugas pemasaran UlaMM tersebut menawarkan kembali pinjaman dan ternyata Mat Suhan tertarik untuk mendapatkan pinjaman modal dari ULaM. Mat Suhan mengundang petugas UlaMM untuk datang ke rumahnya untuk menidaklanjuti rencana pinjaman tersebut sekaligus melakukan survey atau kelayakan usahanya.

Sungguh menakjubkan. Rumahnya yang dulunya saat dikunjungi petugas UlaMM sebelumnya hanyalah sebuah rumah yang sangat sederhana, telah berubah menjadi sebuah rumah megah dengan kualitas bangunan yang bagus. Di belakang rumahnya terdapat sebuah halaman yang digunakan sebagai kandang dan saat itu di huni sekitar 15 ekor sapi yang kebanyakan sapi jenis Limousine seharga Rp10-15 juta per ekor. Dia juga sudah membangun sebuah rumah potong hewan sendiri, yang beralokasi tidak jauh dari rumahnya.

Mat Suhan juga sudah mempunyai beberapa aset berupa tanah kosong di sekitar tempat tinggalnya yang ditanami bawang merah, sungguh sebuah keberhasilan yang cukupu pesat, yaitu hanya dalam waktu relatif singkat Mat Suhan telah berhasil memiliki sejumlah aset dari kegiatan usahanya berjualan daging sapi. Tapi dia tetaplah orang yang sederhana seperti dulu.

Kini, Mat Suhan sudah cukup sukses secara materi. Dia juga memiliki 15 ekor sapi ukuran besar yang dipelihara di belakang rumahnya. Dia juga memiliki rumah potong sendiri dan juga beberapa lahan tanah di sekitar rumahnya yang ditanami sayuran produktif.

Mat Suhan adalah salah satu contoh bagaimana dari orang yang dulunya no one telah menjadi some one. Sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga dan patut dijadikan contoh mengenai ketekunan, jeli melihat peluang, serta bekerja keras dan komitmen menjalankan usaha. Semua itu terbukti membuahkan hasil yang manis.

(gnm)

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.