Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengusaha Tidak Khawatir Ekspor Karet Turun

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Jum'at, 04 Januari 2013 |07:11 WIB
Pengusaha Tidak Khawatir Ekspor Karet Turun
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

MEDAN - Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara mengaku menurunnya realisasi ekspor karet asal Sumatera Utara bukan persoalan besar yang harus diantisipasi. Pasalnya penurunan memang dilakukan secara sengaja guna mendongkrak harga jual di pasar internasional.

Penurunan ekspor,justru harus dilihat secara positif karena telah mampu mendongkrak kembali harga jual karet ke level yang baik. Begitupun kenaikan harga yang ada saat ini diharapakan masih dapat terus terkoreksi secara positif hingga ke level terbaiknya di atas Rp35 ribu per kilogramnya (kg).

Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah  mengatakan, pengusaha menilai penurunan nilai ekspor tersebut tidak terlalu buruk untuk mendongkrak harga. Petani juga diklaim tak terlalu mempermasalahan penurunan ekspor ini karena petani yang sudah menghentikan kegiatan penderesan (produksi) akibat minimnya harga jual juga tengah menunggu kenaikan harga.

"Pembatasan ekspor yang kita lakukan bersama Malaysia dan Thailand bisa dikatakan cukup berhasil. Itu ditunjukkan dengan harga jual ekspor yang sudah mulai naik walaupun belum sampai pada tingkat yang diharapkan eksportir,"kata Edy kepada Okezone, Jumat (4/1/2012).

Edy mengungkapkan, sejak pembatasan ekspor harga jual karet terus naik hingga Oktober dengan harga terendah USD2,80 per kg dan tertinggi USD3,12 per kg. Namun pada November, harga sempat mengalami penurunan sedikit menjadi USD2,75 per kg untuk harga terendah dan USD285,5 untuk harga tertinggi.

Kenaikan kembali dilanjutkan pada Desember, menjadi USD2,82 per kg untuk harga terendah dan tertinggi dengan harga USD3,03 per kg.

"Pergerakan harga sudah cukup baik. Meskipun ada penurunan itu cuma sedikit dan cukup baik juga untuk bisnis. Kalau naik terus juga enggak terlalu bagus. Saya optimis ini masih naik lagi apalagi kan kegiatan produksi di luar negeri akan kembali aktif setelah tahun baru ini, "ujarnya.

Kenaikan harga ke titik tertinggi diproyeksikan akan terjadi hingga Maret 2013 mendatang. Hal itu sehubungan dengan berakhirnya program pengurangan volume ekspor tersebut.

Dalam program pembatasan ini, ketiga negara produsen karet terbesar di dunia yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand menargetkan pengurangan hingga 300 ribu ton dengan harapan dapat mendongkrak harga hingga berada di atas USD3 per kg.

Sebagai informasi, hari ini harga karet Jenis TSR20 di SICOM Rubber Future Singapura untuk pengiriman Februari dibanderol dengan harga USD3,07 per kg atau meningkat USD0,9 jika dibandingkan penutupan kemarin. Sementara untuk jenis RSS3 pengantaran Februari ditutup di harga USD3,375 per kg atau  naik USD3,5 perkilogram.

Sementara di Pasar Lokal, dengan kurs tengah Bank Indonesia Rp9.622 per USD, perkiraan harga bahan olahan karet justru kembali turun tipis (15 poin) menjadi Rp25.120-Rp27.120 per kg.

Kenaikan harga ke titik tertinggi sendiri diproyeksikan akan terjadi hingga Maret 2013 mendatang. Hal itu sehubungan dengan berakhirnya program pengurangan volume ekspor tersebut.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement