JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Sisa Anggaran Lebih (SAL) 2012 sebesar Rp32,77 triliun. SAL tersebut, akan digunakan untuk membiayai pengeluaran negara pada awal tahun ini.
Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menjelaskan, saat ini pemerintah harus membayarkan kewajiban-kewajiban pembayaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik di 2013.
"Karena sekarang masih diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jadi kalau ada yang minta anggaran paling tidak dibayarkan Rp23 triliun," kata Agus Marto, pada konferensi pers APBN-P 2012, di kantornya, Jakarta, Senin (7/1/2013).
Agus menjabarkan, awalnya SAL 2012 mencapai Rp105,34 triliun yang terdiri dana likuid sebesar Rp91,93 triliun, dan dana nonlikuid sebesar Rp13,41 triliun. "Penggunaan SAL pada TA 2012 mencapai Rp56,17 triliun," ujar Agus.
Dia mengatakan, saldo SAL pada 2011 yang likuid mencapai Rp35,76 triliun dengan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2012 di Rp34,01 triliun. "Dari situ SAL 2012 mencapai Rp69,77 triliun," kata dia.
Namun, dia menjelaskan ada pemotongan anggaran pada awal 2013. Pemotongan tersebut, yakni gaji dan pensiun Januari 2013 sebesar Rp12 triliun, serta Dana Alokasi Umum (DAU) dan kebutuhan belanja awal minggu I dan II Januari sebesar Rp25 triliun. "Maka SAL kita Rp32,77 triliun," tambah dia.
Selain itu, dia menjelaskan pemerintah memiliki kewajiban carry Over subsidi sekira Rp23 triliun. Menurutnya, sekarang ini ada kewajiban-kewajiban pembayaran subsidi BBM dan listrik yang harus dibayar di 2013 (carry Over). "Karena sekarang masih diaudit BPK, kalau ada mata anggaran paling tidak dibayarkan Rp23 triliun," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)