Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kendaraan Pribadi Sedot BBM Subsidi Rp28 Triliun

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Minggu, 17 Februari 2013 |14:34 WIB
Kendaraan Pribadi Sedot BBM Subsidi Rp28 Triliun
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013 yang sebesar Rp300 triliun masih tidak tepat sasaran.

"Dalam bulan Februari ini saja sudah mengunakan anggaran mencapai Rp37 triliun, Rp28 triliun dari Rp37 triliun digunakan oleh kendaraan pribadi. Hal tersebut menunjukan bahwa penggunaan BBM bersubsidi tidak tepat sasaran," ujar Komisaris Utama PT Pertamina, Sugiharto, dalam diskusi panel bertajuk "Jurus Alternatif Penghematan Konsumsi BBM" di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2013).

Sugiharto menambahkan, subsidi BBM saat ini jauh dari rasa keadilan, pasalnya kebanyakan subsidi BBM masih dinikmati kalang yang mampu.

Sugiharto memberikan ilustrasi, mobil-mobil yang digunakan ekspatriat asing setiap hari juga menggunakan BBM bersubsidi, dengan menggunakan mobil yang sederhana.

"Tapi hari Minggu ini boleh dihitung ada berapa mobil di tempat parkir? Orang asing yang pakai mobil seperti Innova, Avanza dan si supir setiap berangkat menggunakan BBM bersubsidi," jelasnya.

Menurut Sugiharto, hal tersebut seharusnya tidak dilakukan, karena Subsidi adalah hak kalangan yang kurang mampu. "Bayangkan ini jauh dari prinsip rasa keadilan," tutur Sugiharto

Seperti yang sudah diketahui, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto mengatakan, konsumsi BBM bersubsidi sebesar Rp800 miliar-Rp 900 miliar per harinya, jika dijumlahkan dari awal Januari hingga hari ini maka konsumsi BBM bersubsdi diperkirakan mencapai Rp37 triliun.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement