Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Ruangan Disegel

Dirut Merpati: Mereka Barisan Sakit Hati

Iwan Supriyatna , Jurnalis-Rabu, 20 Februari 2013 |14:02 WIB
Dirut Merpati: Mereka Barisan Sakit Hati
Ilustrasi. (Foto: Daylife)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah karyawan maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) menyegel ruang kerja dan sempat menyandera Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo selama beberapa jam.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama PT Merpati Rudi Setyopurnomo menampik penyegelan kantornya. Menurut dia, hanya terdapat aksi yang dilakukan oleh sejumlah orang yang diduga barisan sakit hati PT Merpati.

Rudi menuturkan, penyegelan tersebut hanyalah rekayasa sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja menempelkan tanda segel. "Saya keluar kantor ada beberapa orang, dipotret terus dicopot lagi (tanda segelnya)," kata Rudi di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu(20/2/2013).

Dia mengungkapkan, yang mengikuti aksi tersebut hanyalah beberapa orang barisan sakit hati karyawan Merpati. "Enggak lebih dari 10 orang, itu orang-orang bermasalah di Merpati," tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, para karyawan tersebut kesal karena gaji karyawan Merpati dibayarkan secara bertahap oleh perusahaan dan menuntut dirut Merpati mundur dari jabatannya. Penyegelan tersebut dilakukan pada Selasa 19 Februari kemarin, di kantornya, Jalan Angkasa Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kemarahan mereka yang berlaku sewenang-wenang kepada karyawan. Para karyawan yang telah bertahun-tahun bekerja di Merpati kesal lantaran gaji mereka pada Januari lalu dibayar dengan cara diangsur.

Pengangsuran gaji tersebut karena kondisi keuangan dari maskapai penerbangan pelat merah tersebut sedang bermasalah. Upaya mencari titik terang dengan Forum Pegawai Merpati dengan mencoba berdialog dan duduk bersama dengan dirut Merpati menemui jalan buntu.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement