Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JK: Risiko Naikan Harga BBM Lebih Kecil

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 03 April 2013 |12:32 WIB
JK: Risiko Naikan Harga BBM Lebih Kecil
A
A
A

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan pemerintah harus berani mengambil keputusan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Sebaiknya Pemerintah tidak hanya berbicara tapi harus melakukan tindakan dalam kebijakan harga BBM bersubsidi," ujar JK, sapaan Jusuf Kalla, saat ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (3/4/2013).

JK menambahkan, menurutnya, mengambil keputusan dalam hal kenaikan harga BBM bersubsidi risikonya lebih kecil ketimbang menaikkan harga minyak tanah. Pasalnya, minyak tanah atau kerosen sangat menyangkut dengan kepentingan rakyat kecil.

"Ini sudah jadi pembicaraan tahunan, dua tahun, boleh bicara apa saja. Namun jangan lupa silakan laksanakan yang mengkhawatirkan minyak tanah, BBM ini kan kecil," jelasnya.

JK menambahkan, dalam mengambil kebijakan, penekanan kuota BBM bersubsidi tidak ada yang enak dan pasti ada pihak yang harus dikorbankan. Kebijakan penghematan yang sudah ada memakan waktu dan biaya. Oleh sabab itu, ada pilihan yang singkat yaitu dengan menaikan harga BBM.

"Ini tidak ada yang enak kenapa tidak lakukan yang singkat saja naikkan BBM," tambah JK.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan menaikan harga merupakan keputusan yang adil.

"Masyarakat tidak akan berkeberatan karena masyarakat pernah mengalami kenaikan harga hingga Rp6.000 per liter," jelasnya.

Menurut JK, tidak ada keputusan yang tidak mengandung resiko dan keputusan menaikan harga resikonya lebih kecil ketimbang menahan harga BBM sehingga membuat beban Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) lebih berat.

"Kenaikan Rp6.000 itu sudah pernah. Tidak ada keputusan yang tidak ada risiko, tidak menaikkan risikonya lebih besar. Pemerintah tidak berani, ekonomi jangan liat tahun pemilu dulu 2008 menjelang Pemilu enggak ada soal buktinya dengan beliau (SBY) kita berani tiga kali naikan," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement