Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggota BPH Migas Usul BBM Naik Rp7.500/Liter

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 23 April 2013 |12:43 WIB
Anggota BPH Migas Usul BBM Naik Rp7.500/Liter
Ilustrasi (Foto:Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menilai rencana pemerintah menerapkan dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan harga Rp6500 per liter untuk kendaraan pribadi plat hitam terlalu kecil.
 
"Harga Rp6500 per liter untuk kendaraan pribadi plat hitam dirasa terlalu kecil karena mereka orang kaya semua. Apalagi saat ini subsidi dinikmati oleh orang kaya," ungkap Anggota Komite BPH Migas Qoyum Tjandranegara kepada wartawan seusai acara diskusi Tempo Publik di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (23/4/2013).
 
Qoyum menambahkan, harga Rp6.500 per liter itu tidak ekonomis bagi golongan menengah ke atas. Menurut dia, orang menengah kaya di Indonesia sudah banyak dan berkembang.
 
"Yang cocok itu harga BBM subsidi Rp7.500 per liter untuk kendaraan pribadi plat hitam," tegasnya.
 
Qoyum menjelaskan, negara yang maju dan berkembang itu adalah negara yang tidak memberikan subsidi BBM untuk warga negaranya. Pasalnya, menurut Qoyum, negara yang memberikan subsidi BBM hanyalah memberikan kesempatan warga negaranya malas.
 
"Kok negara memberi terus-terusan subsidi BBM. Indonesia saat ini ekonominya lagi tumbuh dan berkembang. Ini menunjukkan negara kita belum maju," pungkasnya.
 

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement