JAKARTA – Ketidakpastian kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menjadi salah satu indikator melemahnya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pelemahan IHSG yang dirasakan selama sepekan diiringi dengan isu kenaikan BBM yang belum menemui kepastian apakah akan naik atau tidak.
"Selama sepekan asing mencatatkan nett sell sebesar Rp398,26 miliar atau lebih rendah dari pekan sebelumnya sebesar Rp475,97 miliar," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada kepada wartawan, Jakarta, Minggu (5/5/2013).
Berdasarkan catatannya, Reza menyebutkan, IHSG selama sepekan mengalami penurunan 53,03 poin. Pelemahan ini, diikuti dengan merahnya indeks utama lainnya dimana indeks MBX memimpin penurunan 1,08 persen dan diikuti indeks LQ45 dan DBX yang masing-masing melemah 0,99 persen dan minus 0,90 persen.
Meski demikian, terdapat tiga sektor yang menguat, yaitu konsumer naik 4,80 persen dan diikuti oleh indeks manufaktur 1,04 persen, dan industri dasar 0,40 persen.
Disamping itu, adanya penurunan peringkat utang Indonesia dari Standard & Poor’s (S&P), disinyalir disebabkan adanya ketidakpastian rencana pemerintah menaikan BBM bersubsidi, sehingga membuat kondisi IHSG semakin suram. (wan)
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.