JAKARTA - Dana subsidi yang telah disalurkan oleh pemerintah diminta dialihfungsikan untuk membangun infrastruktur ketimbang untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Jika dana subsidi dipergunakan hanya untuk BBM akan berdampak besar pada pertumbuhan infrastruktur negara.
"Pemerintah menaikkan BBM bersubsidi itu mutlak, dana subsidi itu baiknya dipergunakan untuk membangun infrastruktur negara kita bukan untuk subsidi BBM," ujar Citi Country Officer Indonesia, Tigor M Siahaan usai penandatangan kerjasama antara Citi Indonesia, Citilink Indonesia, dan Pos Indonesia" di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (4/6/2013).
Tigor menilai, jika subsidi BBM terlalu besar ini secara tidak langsung akan menggerogoti Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Ya memang sepertinya BBM akan naik, kan sampai saat ini naiknya belum pasti berapa," katanya.
"Namun yang pasti subsidi terlalu besar ke BBM akan menggerogoti APBN kita. Inikan mengganggu pertumbuhan," tambah dia.
Jika memang rencana pemerintah untuk menaikkan BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini. Lanjut Tigor, dipastikan akan ada kecenderungan naiknya inflasi yang diperkirakan hingga 7,5-8 persen. Namun demikian, dia meyakinkan inflasi tersebut tidak akan lama dan sifatnya hanya sementara.
"Dampak inflasinya itu mungkin ada, inflasinya 7,5-8 persen, akan tetapi ini kita bukan pertama kali menaikkan BBM, dulu itu kita pernah naikkan juga ternyata naiknya inflasi itu sementara, dan akan turun kembali dan ini baik untuk infrastruktur kita," ucap Tigor.
Sementara itu, apabila inflasi naik akan ada kecenderungan Bank Indonesia untuk menaikkan Bi Rate. "BBM Bersubsidi dinaikkan, lalu inflasi naik juga pasti ada kecenderung BI Rate juga akan naik ini kan memang antisipasinya," jelasnya.
Pemerintah, berencana menerapkan kebijakan yakni menaikkan harga BBM bersubsidi pada premium yang sebelumnya Rp4.500 menjadi Rp6.500 dan solar sebelumnya Rp4.500 menjadi Rp5.500. Kebijakan pemerintah yang dilakukan ini adalah untuk mengurangi subsidi BBM yang sangat besar, dan membebani anggaran.
(Martin Bagya Kertiyasa)