Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Penetapan Cukai Rokok

Siapa Diuntungkan, Siapa Dikorbankan?

Rezkiana Nisaputra , Jurnalis-Kamis, 06 Juni 2013 |11:56 WIB
Siapa Diuntungkan, Siapa Dikorbankan?
ilustrasi: (foto: corbis)
A
A
A

JAKARTA - Mapping (pemetaan) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 78 Tahun 2013 tentang penetapan golongan dan tarif cukai hasil tembakau terhadap pengusaha pabrik hasil tembakau yang memiliki hubungan keterkaitan tersebut. Anggota Komisi XI DPR-RI Zaini Rahman mempertanyakan, mapping PMK 78 tersebut.

"Darimana pemerintah bisa mendapatkan informasi bahwa PMK 78 ini akan menolong pengusaha kecil," keluh Zaini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis (6/6/2013).

Zaini mengatakan, hampir semua industri rokok (kretek) golongan kecil semuanya memiliki hubungan keterkaitan. "Kalau PMK 78 ini diusut dalam rangka ingin menolong pengusaha rokok kecil daripada yang besar, ini justru lebih banyak membunuh pengusaha rokok yang kecil," ujarnya.

Sedangkan berdasarkan informasi yang didapatkannya, ketika pemerintah membuat sosialisasi PMK 78, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan semua pengusaha rokok tidak ada yang hadir. Mereka memboikot semua, yang mendukung hanya satu yakni HM. Sampoerna.

Berarti bisa disimpulkan bahwa Pemerintah mendapatkan informasi mapping ini dari HM. Sampoerna, karena HM. Sampoerna satu-satunya lah yang mendukung.

"Jadi alangkah naifnya Pemerintah didalam membuat keputusan tidak tahu peta di bawah. Siapa yang diuntungkan, siapa yang dikorbankan? Pemerintah niatnya baik tetapi faktanya membunuh, akan saya lawan. Saya kira tidak bisa dibantah bahwa domain pemerintah bukan rezim bea cukai. Sudah pasti satu hal itu tidak bisa dilaksanakan, karena itu PMK 78 ini batal demi hukum" tukas Zaini.

Fraksi PPP ini juga mempertanyakan, sebenarnya ada apa dibalik PMK ini? ia menilai, rokok kretek adalah heritage bukan soal asap rokok berbahaya bagi kesehatan. (wan)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement