Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Permintaan Minuman Tebu Naik 25% di Bulan Puasa

Hendra Kusuma , Jurnalis-Rabu, 10 Juli 2013 |12:42 WIB
Permintaan Minuman Tebu Naik 25% di Bulan Puasa
ilustrasi: (foto: Blogspot)
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengakui permintaan tebu olahan atau minuman tebu di saat bulan puasa dan Lebaran akan meningkat sebanyak 25 persen.

Ketua APTRI Abdul Wachid mengatakan, peningkatan 25 persen terjadi dikarenakan pada saat bulan puasa, permintaan barang tinggi dan harga barang naik. Ditambah lagi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah diputuskan naik.

"Sekedar minuman untuk konsumsi ada peningkatan, yang biasanya 1 kuintal tebu, bulan puasa jadi 2 kuintal," ucap Abdul kepada Okezone, Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Menurut Abdul, di saat bulan-bulan biasa, pendapatan dari penjualan minuman olahan dari tebu memiliki pendapatan Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per hari. Maka dengan peningkatan 25 persen di saat bulan puasa, otomatis pendapatannya menjadi Rp175 ribu per hari.

"Peningkatan pendapatan 25 persen, yang biasanya perhari Rp100 ribu-Rp150 ribu sekarang bisa jadi Rp175 ribu, ini juga karena permintaan barang yang tinggi," tambahnya.

Dengan mengakui adanya peningkatan permintaan, Abdul tidak merasa khawarir terhadap pasokan tebu untuk selama bulan puasa. Menurut Abdul, pasokan untuk minuman olahan tidak ada masalah atau masih dalam keadaan cukup.

"Panen kita memang terganggu karena perubahan iklim, tapi kalau untuk minuman olahan stok kita cukup, tidak ada masalah dengan stok yang ada saat ini, cukup," tutupnya. (wan)

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement