Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masuki Bulan Puasa, Cabai Makin "Pedas"

Hana Purwadi , Jurnalis-Jum'at, 12 Juli 2013 |19:43 WIB
Masuki Bulan Puasa, Cabai Makin
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

PROBOLINGGO – Menjelang bulan Ramadan harga cabai rawit semakin tidak terkendali. Cabai berukuran kecil yang dulunya dijual Rp30 ribu kini mencapai Rp100 ribu per kilogram (kg).

Masyarakat berharap agar pemerintah terkait segera menyelesakan masalah ini, karena tidak menutup kemungkinan menjelang hari raya harga akan terus melambung. Pasalnya, harga cabai rawit di sejumlah pasar  tradisional , seperti Pasar Baru, Pasar Gotong Royong, Pasar Kademangan, Pasar Wonoasih, di kota Probolinggo, harganya terus melambung.

Selain mahalnya harga cabai, pembeli mengeluhkan cabai yang di jual tidak semuanya berwarna merah, melainkan cabai masih muda sudah di jual. Hal ini, tentu saja akan berpengaruh pada rasa cabai.

Meski harga cabai rawit melambung tinggi,  sejumlah konsumen tetap saja membeli. Hal ini lantaran cabai merupakan  kebutuhan pokok dalam memasak, meskipun jumlah pembeliannya di batasi.

Sedangkan untuk penjual warung makanan dan nasi terpaksa membeli cabai rawit seperti sedia kala, hanya saja  satu porsi makanan yang akan dia jual di warungnya nantinya  akan dinaikan juga.

Masyarakat hanya bisa pasrah dan berharap agar pemerintah terkait segera menyelesaikan masalah ini, karena  tidak menutup kemungkinan menjelang lebaran nanti harga  kebutuhan pokok di pasar akan terus naik.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement