Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebaran, Jawa Bali Cuma Butuh Listrik 13.930 MW

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 24 Juli 2013 |19:44 WIB
Lebaran, Jawa Bali Cuma Butuh Listrik 13.930 MW
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT PLN (Persero) menyatakan, konsumsi listrik pada saat Lebaran akan mengalami penurunan. Hal didasari adanya cuti bersama dari pemerintah.

"Konsumsi listrik pada saat Lebaran selalu mengalami penurunan drastis disebabkan karena banyaknya industri dan bisnis yang meliburkan diri sehingga konsumsi listrik menjadi turun," ungkap Direktur Operasi Jawa, Bali dan Sumatera Ngurah Adnyana saat buka bersama media di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Rabu (24/7/2013).

Adnyana menjelaskan, pada saat Lebaran terjadi untuk beban puncak konsumsi listrik mencapai 21.340 megawatt (mw) di seluruh Indonesia. Sedangkan, kapasitas pembangkit listrik di seluruh Indonesia mencapai 32.854 mw.

"Jadi, cadangan kapasitas listrik mencapai 11.514 MW. Bisa dibilang pasokan listrik selama Lebaran aman karena penurunan konsumsi," jelasnya.

Adyana menambahkan, pada saat lebaran konsumsi listrik di Jawa dan Bali mencapai beban puncaknya hanya sebesar 13.930 mw. Sedangkan, kapastitas terpasang di Jawa dan Bali mencapai 23.294 mw, sehingga cadangan kapasitas mencapai 9.994 mw.

"Di Sumatera kapasitas terpasang mencapai 4.933 mw. Sedangkan beban puncak di Sumatera hanya mencapai 4.585 mw. Jadi, cadangan bebannya mencapai 348 mw," ucap dia.

Lebih lanjut Adnyana mengungkapkan, untuk Indonesia Timur kapasitas terpasang mencapai 3.756 mw. Sedangkan, beban puncak di Indonesia Timur hanya mencapai 2.825 mw. Ssehingga cadangan beban di Indonesia Timur mencapai 940 mw," tandasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement