Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Nilai Tukar Rupiah Alami Depresiasi 5,71%"

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Rabu, 24 Juli 2013 |11:15 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) tercatat ada di kisaran Rp10.222 per USD, dengan pergerakan harian di kisaran Rp10.171-Rp10.273 per USD. Sementara, Bloomberg mencatat Rupiah diperdagangkan di Rp10.200 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp10.153-Rp10.255 per USD.

Di samping karena penguatan Dolar Amerika Serikat (AS), pelemahan nilai tukar Rupiah hari ini juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan valuta asing (valas) oleh nasabah korporasi atau retail, termasuk untuk repatriasi dividen dan hasil investasi. Dibandingkan dengan posisi awal tahun 2013 (year to date),

"Nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi sebesar 5,71 persen, yang masih searah dengan depresiasi mata uang negara-negara lain di kawasan," Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Difi A Johansyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (24/7/2013).

Kemarin, rupiah melemah lantaran tingginya utang luar negeri swasta yang akan jatuh tempo pada periode Juni-Desember 2013 ini masih sangat besar. Analis Samuel Sekuritas memperkirakan utang jatuh tempo tersebut mencapai USD24 miliar.

"Jumlah ini merupakan bagian dari keseluruhan utang yang jatuh tempo pada 2013 sebesar USD32 miliar, dengan rincian USD29,9 miliar utang pokok, dan sisanya berupa bunga," kata analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih.

Dia menambahkan, posisi cadangan devisa per Juni tercatat sebesar USD98,1 miliar, sementara dari neraca perdagangan masih defisit. Dengan demikian, tambalan devisa diharapkan bersumber dari masuknya dana portofolio dan pinjaman luar negeri.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement