Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Ditaksir "Mendekam" di 4.658-4789

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Kamis, 25 Juli 2013 |08:13 WIB
IHSG Ditaksir
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pada perdagangan hari ini diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada pada support 4.658-4.686 dan resistance 4.748-4.789. IHSG  mulai terbatas kenaikannya di area overbought.

"Setelah sempat berada pada rentang resisten 4.775-4.788 namun, gagal bertahan dan memilih untuk mendekam di kisaran support 4.686-4.725 yang memperlihatkan mulai adanya tekanan jual yang mengganggu ritme penguatan IHSG,"jelas Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (25/7/2013).

Lebih lanjut, meski pola yang terbentuk mengindikasikan adanya potensi pelemahan namun, diharapkan rilis data-data di Eropa mampu memberikan angin positif yang dapat berimbas pada reboundnya IHSG.

"Masih adanya sentimen positif dapat mempertahankan laju IHSG, terutama dari rilis indeks harga rumah AS yang diharapkan sedikit menurun agar ekspektasi stimulus The Fed bisa dipertahankan," imbuh dia.

Sementara, IHSG sebelumnya sempat bergerak positif dan diharapkan dapat melanjutkan penguatannya seiring dengan pola teknikal yang memang mengindikasikan adanya potensi kenaikan namun, tampaknya IHSG tak kuasa menahan aksi jual dari para pelaku pasar, terutama lokal.

Asing yang tercatat nett buy tipis juga tidak mampu menjaga IHSG untuk bertahan di zona hijaunya, selain itu variatifnya bursa saham Asia setelah merespons rilis data di China membuat mood pelaku pasar kembali berubah.

"Selain itu, pelaku pasar pun akhirnya menyadari bahwa laju Rupiah makin terperosok kian dalam sehingga menimbulkan ekspektasi bahwa BI akan menaikkan kembali BI rate dan akan mengganggu kinerja dari emiten yang memiliki eksposur biaya dalam dolar AS," jelasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement