Mendag: Pajak Mobil Ferrari Memang Harus Dinaikkan!

Selasa, 27 Agustus 2013 14:40 wib | Dani Jumadil Akhir - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Pemerintah akan menaikkan besaran Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPNBM). Selain itu, beberapa barang akan dikeluarkan dari daftar barang mewah, dengan demikian maka impor dapat ditekan.

"Kan kita sepakat bahwa impor-impor ini untuk komoditas yang dapat menyebabkan inflasi, khususnya bahan pangan," ungkap Gita di Hotel Gran Melia Kuningan, Jakarta, Selasa (27/8/2013).

Menurut Gita, penambahan pajak untuk barang mewah seperti mobil sport built-up yang harganya miliaran rupiah akan bisa mengurangi defisit neraca transaksi berjalan.

"Jadi pajak barang mewah seperti mobil mewah sport seperti Ferrari itu memang sebaiknya dikenakan tambahan pajak. Ini penting, karena kita memberi sinyal yang dibutuhkan untuk mengambil sikap dalam konteks menjaga current account," tambahnya.

Meskipun neraca defisit transaksi berjalan dengan penambahan pajak barang mewah, Gita tak menampik porsi impor mobil mewah ataupun barang-barang dikategorikan mewah di Indonesia, masih kecil.

"Walaupun kecil namun keseimbangan neraca berjalan ini kan dipengaruhi inflasi. Kalau kita harus impor, ini harus bijaksana. Jadi memang ini harus di rem konsumsi impor barang mewah" tandasnya.

Sekadar informasi, pemerintah akan menaikkan besaran PPNBM, selain itu, beberapa barang akan dikeluarkan dari daftar barang mewah. Oleh karena itu, diperlukan kenaikan, yang tidak akan berimbas pada investasi. Pilihan pun jatuh pada mobil-mobil mewah yang didatangkan langsung dari luar negeri. ()

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป