"Yang melemah bukan Rupiah saja, bahkan kita berhadapan dengan mata uang Korea, dengan mata uang negara-negara lain. Jadi ini semua mata uang melemah kepada dolar AS," kata Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2015).
Menurutnya, Rupiah menganut rezim devisa bebas yang mengandalkan faktor supply dan demand. "Yang penting fundamental ekonomi kita perbaiki," jelasnya.

Untuk menghadapi mata uang yang lemah, Sofyan menjelaskan, saat ini yang penting untuk dilakukan adalah menjaga kondisi internal makro ekonomi Indonesia. Terlebih, pemerintah pun telah berhasil mengelola ekonomi Indonesia dengan lebih baik.