JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2015 hanya sebesar 4,71 persen year on year (yoy). Catatan tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Pengamat Ekonomi Indef Enny Sri Hartati mengakui, wajar bila pertumbuhan ekonomi tercatat hanya 4,71 persen pada kuartal I-2015. Hal ini karena pemerintah belum merealisasikan anggaran yang sifatnya stimulus.
"Angka ini bukan turun lagi, tapi anjlok. Daya dorong untuk kinerja produksi tidak ada dari pemerintah, sedangkan sektor perdagangan dari luar negeri tidak punya kontribusi," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (6/5/2015).
Anjloknya pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, membuat investor mempunyai banyak komitmen tapi tidak ada realisasinya. Apalagi, daya beli masyarakat turun.