"Konsumsi rumah tangga sebesar 0,01 persen saja sudah tinggi, jadi wajar pertumbuhan ekonomi sampai 4,7 persen dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar lima persen," ucapnya.
Anggaran pemerintah belum terealisasi atau belum cair, tapi pemerintah sudah menaikkan harga, sehingga motor penggerak ekonomi tidak ada.
"Maka tidak ada pergerakan produksi, ditambah lagi asosiasi ritel Indonesia drop. Tapi harga yang tinggi mendorong daya jual beli," ungkapnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.