Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukti Ekonomi Lemah, Mulai LTV hingga Mal Sepi

Rachmad Faisal Harahap , Jurnalis-Sabtu, 30 Mei 2015 |06:52 WIB
Bukti Ekonomi Lemah, Mulai LTV hingga Mal Sepi
Bukti ekonomi lemah, mulai LTV hingga mal sepi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 mengalami perlambatan, bahkan hanya tumbuh di level 4,7 persen. Hal tersebut berdampak mulai dari perubahan aturan uang muka minimum, hingga mal menjadi sepi pengunjung.

Seperti Bank Indonesia (BI) merencanakan untuk mengubah aturan uang muka minimum. Kredit properti bertambah Rp20 triliun berkat aturan Loan to Value (LTV).

Aturan ini akan dikeluarkan BI pada awal Juni mendatang. Nantinya, uang muka kredit rumah turun dari 30 persen menjadi 20 persen. Aturan ini diharapkan, akan meningkatkan tingkat kucuran kredit perumahan dan menggeliatkan industri yang lain seperti properti dan semen.

Penelusuran Litbang Okezone, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menurunkan target penjualan motor menjadi 6,8 juta untuk 2015, padahal target awalnya 7,7 juta kendaraan. Target tersebut turun 13 persen dari realisasi penjualan tahun lalu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement