"Hampir semua kelompok mata dagangan nonmigas yang terdiri atas aneka barang kerajinan, hasil industri kecil dan pertanian melorot dalam perolehan devisanya awal 2015," kata Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Bali, Made Suastika di Denpasar, Minggu (18/7/2015).
Menurutnya, penurunan tersebut akibat perkembangan perekonomian Amerika serikat (AS), salah satu negara tujuan ekspor utama daerah ini, tidak sebaik target awal, sehingga realisasi ekspornya sedikit melorot.
Selain Amerika, Australia, Singapura, Hong Kong, Australia dan negara Eropa lainnya juga mengalami hal serupa, sehingga aneka barang kerajinan bernilai seni berkurang yang bisa dikapalkan ke negeri tersebut.
Made Suastika menjelaskan, ekspor tujuan Jepang sedikit mengalami peningkatan dalam mengekspor hasil perikanan Bali, namun jumlahnya tidak terlalu besar sehingga secara keseluruhan perdagangan luar negeri nonmigas Bali sedikit berkurang dan diharapkan akan lebih baik lagi diakhir tahun ini.