Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Dinilai Terlalu Berpihak ke Tenaga Kerja Asing

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2015 |12:59 WIB
Jokowi Dinilai Terlalu Berpihak ke Tenaga Kerja Asing
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan persyaratan mampu berbahasa Indonesia untuk pekerja asing yang bekerja di Indonesia. Hal ini merupakan deregulasi aturan yang akan diubah Jokowi dalam menggenjot investasi masuk ke Tanah Air.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan sikap Jokowi menimbulkan tanda tanya besar. Keputusan Jokowi dinilai kurang tepat lantaran terlalu berpihak kepada asing.

"Kita ini berpihak kepada siapa? Lebih berpihak kepada investor atau kepada rakyat?" ungkapnya, ditulis Senin (24/8/2015).

Menurutnya kebijakan Jokowi untuk melakukan deregulasi sangat kontradiktif. Pasalnya Indonesia dengan jumlah penduduk 250 juta orang memerlukan lapangan kerja yang luas.

Dengan dihapuskannya syarat tersebut, bakal membuka kesempatan asing untuk berbondong-bondong menyerbu lapangan kerja kita.

"Iya justru itu jadi pertanyaan kok kita meloloskan semuanya seakan-akan memberikan karpet merah ke investor asing, kenapa kita enggak memilih pilihan memberikan karpet merah ke rakyat kita dulu," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement