Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Sulit Menguat karena Sentimen Cadangan Devisa & Kebijakan BBM

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2015 |08:04 WIB
Rupiah Sulit Menguat karena Sentimen Cadangan Devisa & Kebijakan BBM
Ilustrasi Rupiah. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Pergerakan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini diperkirakan masih akan volatil dengan kecenderungan menguat, setelah pada akhir pekan kemarin terdapat data negatif dari Amerika.

Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan bahwa Rupiah masih akan bergerak volatil seiring dengan tekanan akibat data non-farm payroll (NFP). Namun, Rupiah bisa kembali melemah ketika data cadangan devisa dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI).

"Rupiah berpeluang melemah ketika cadangan devisa yang akan diumumkan, kembali turun di bawah level USD103 miliar. Cadangan devisa ini akan memberikan tekanan pada Rupiah," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Senin (5/10/2015).

Menurutnya, akibat data kenaikan pengangguran di Amerika, maka akan memberatkan laju dolar AS. Pasalnya, pasar berspekulasi jika kenaikan suku bunga tidak akan dilakukan tahun ini. "Dolar AS sedikit mengalami tekanan karena sentimen dari data NFP," tutur dia.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa langkah pemerintah dalam paket kebijakan ekonomi jilid III, yang berencana menurunkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) akan membuat pasar menilai negatif kebijakan pemerintah.

Pasalnya, pemerintah telah berkomitmen untuk melepas harga BBM seperti harga pasar. "Ini akan memberikan tekanan baru bagi Rupiah," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement