Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkeu : Tak Ada Tawar Menawar, RI Butuh Pertumbuhan Ekonomi yang Kuat!

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 11 Desember 2015 |12:49 WIB
Menkeu : Tak Ada Tawar Menawar, RI Butuh Pertumbuhan Ekonomi yang Kuat!
Ilustrasi : Shutterstock
A
A
A

BALI – Indonesia disebut sangat membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan reformasi fiskal.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pihaknya akan membahas mengenai kebijakan fiskal yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan merata. Sehingga, reformasi fiskal harus terus dilakukan.

"Kita sekarang berhadapan dengan kebutuhan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, istilahnya tidak ada tawar menawar lagi, strong growth itu sangat diperlukan Indonesia," kata Bambang dalam Seminar Internasional di Bali, Jumat (11/12/2015).

Namun pada saat yang sama, Indonesia juga harus memperhatikan kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang makin melebar. Untuk itu digelarlah seminar ini yang akan membahas mengenai reformasi fiskal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan merata.

"Kita juga punya masalah dengan index quality, tentu fiskal policy sangat berperan untuk menunjang strong and equitable growth," tukas Bambang.

Sekedar informasi, Kementerian Keuangan kembali menggelar seminar internasional yang membahas mengenai perkembangan ekonomi dan kebijakan publik. Seminar ini dihadiri peserta yang berasal dari instansi dalam dan luar negeri. Diantaranya pejabat Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Pejabat Bappenas, pihak Bank Dunia, IMF, hingga ADB. Tidak hanya itu, pakar ekonomi juga hadir dalam acara tersebut.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement