Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menaker Khawatir Bonus Demografi Malah Jadi Bumerang

Danang Sugianto , Jurnalis-Senin, 09 Mei 2016 |19:29 WIB
   Menaker Khawatir Bonus Demografi Malah Jadi Bumerang
Ilustrasi grafik tenaga kerja. (Foto: Okezone)
A
A
A

BANTAENG - Indonesia disebut-sebut bakal mendapatkan bonus demografi pada 2020-2030. Diprediksi jumlah penduduk Indonesia bakal didominasi oleh usia produktif. Sementara jumlah penduduk usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun hanya sekira 30 persen.

Banyak pihak memandang bonus demografi tersebut merupakan berkah yang bisa dimanfaatkan. Namun Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri melihat hal tersebut justru bisa menjadi bencana.

"Kalau sekarang kita bilang bisa menikmati bonus demografi tapi ketika tidak bisa mengatasi permasalahan yang ada saat ini, bonus demografi ini bisa menjadi bencana," tuturnya di Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (9/5/2016).

Permasalahan yang dimaksud Hanif merupakan yakni dari total penduduk usia produktif yang ada saat ini, 68 persennya hanya mengenyam pendidikan SD dan SMP. Kebanyakan dari kelompok tersebut merupakan pengangguran yang tidak memiliki keterampilan.

"Kalau itu tidak dibenahi, nantinya akan banyak anak-anak muda yang orang tuanya hanya lulusan SD yang tidak punya keterampilan," imbuhnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement