Untuk itu Hanif menekankan, saat ini seluruh pemangku kepentingan yang ada di Indonesia harus berupaya mengatasi permasalahan tersebut agar bonus demografi tersebut benar bisa menjadi berkah. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memaksimalkan balai-balai latihan kerja (BLK) yang ada.
Dia menegaskan, saat ini seluruh BLK harus menghapus persyaratan-persyaratan yang ada dan menerima seluruh calon peserta pelatihan tanpa pandang bulu.
"Dulu saya dengar mau masuk BLK harus minimal lulus SMA. Tapi 68 persen hanya lulusan SD dan SMP. Mereka sudah tua, mau sekolah lagi tidak bisa, bunuh diri jadinya. Jadi seluruh BLK tidak boleh lagi menggunakan syarat formal atau usia. Jadi semua harus dikasih akses," tegasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.