Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

CEO Lippo Sebut Banyak Orang Kaya Indonesia Menghilang

Dhera Arizona Pratiwi , Jurnalis-Rabu, 24 Agustus 2016 |13:22 WIB
   CEO Lippo Sebut Banyak Orang Kaya Indonesia Menghilang
Ilustrasi pengusaha. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sebuah perusahaan dituntut untuk selalu berimprovisasi mengikuti perkembangan zaman. Apalagi, saat ini hampir setiap perusahaan sudah memanfaatkan teknologi terutama internet.

CEO Lippo Group Mochtar Riady mengatakan, setiap perusahaan membutuhkan suatu sensitivitas terhadap perubahan zaman teknologi dan tentang keinginan pasar.

"Pada waktu saya kecil ada 10 orang kaya di Malang, tetapi sekarang saya tidak tahu keturunannya di mana? Ada 20 orang terkaya di Surabaya sekarang pun tidak tahu keturunannya di mana. Ada 20 orang kaya di Jakarta sekarang tidak juga tahu keadaan perusahaan mereka," katanya dalam acara Indonesia Brand Forum 2016 di ballroom Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (24/8/2016).

"Ini semua melukiskan suatu perusahaan keluarga kalau tidak mengikuti perubahan zaman, dia secara otomatis akan hilang di dalam masyarakat ini," Mochtar menambahkan.

Dia menerangkan, perubahan zaman saat ini yang dihadapi adalah suatu revolusi industri. Ada tiga jenis revolusi industri antara lain nano technology, digital technology, dan industrial service oriented.

"Persaingan ketat secara bebas di dunia ini. Semuanya pertanda dunia telah lebih bebas lebih persaingan lebih ketat. Semua hal ini didasarkan tiga technology tadi," jelasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement