Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Batalkan IPO Anak Usaha, Pelindo III Berencana Lakukan Divestasi

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Selasa, 04 April 2017 |16:21 WIB
Batalkan IPO Anak Usaha, Pelindo III Berencana Lakukan Divestasi
Ilustrasi pelabuhan. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Sejatinya PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III bakal melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) anak usahanya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) tahun ini. Namun, rencana tersebut batal dilakukan dan sebaliknya, perseroan malah berniat melepas kepemilikan (divestasi) di anak usaha yang bergerak di bisnis pengelolaan petikemas tersebut.

Direktur Utama Pelindo III Orias Petrus Moerdak mengatakan, rencananya perusahaan akan melepas seluruh kepemilikan yang terdapat di dalam BJTI. Sebagai informasi, Pelindo III mengempit saham sebesar 96,84% di dalam BJTI.

”Kami rencanakan untuk divestasi mengingat proses IPO cukup lama dijalankan. Dalam hal ini, kami divestasi semua yang masuk ke dalam portofolio investasi, baik aset maupun saham," ujar Orias di Jakarta.

Dia mengatakan, proses divestasi dipilih karena Pelindo III membutuhkan sumber dana untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp4,5 triliun. Selain itu, Orias mengatakan bahwa divestasi ini bisa meringankan beban Pelindo III dalam membiayai belanja modal BJTI sebesar Rp2,5 triliun di tahun ini.

”Tentu kami belum tahu pasti mau mengincar berapa dari pelaksanaan divestasi, karena ini kan masih penjajakan. Yang pasti, perhitungan itu harus mempertimbangkan belanja modal BJTI tahun ini sebesar Rp2,5 triliun," jelasnya.

Dia menuturkan, manajemen memang sudah memastikan beberapa sumber pendanaan bagi belanja modal di tahun ini. Namun, perusahaan juga perlu memikirkan sumber uang di masa depan, mengingat Pelindo III akan terus menggelontorkan belanja modal hingga 2019 mendatang.

Salah satu belanja modal itu akan digunakan untuk membangun Pelabuhan Gili Mas di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memakan dana Rp1,2 triliun.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement