Petani Semangka & Melon Gigit Jari

Kuntadi, Jurnalis
Sabtu 12 Januari 2008 18:06 WIB
Share :

KULONPROGO - Petani buah semangka dan melon yang tingal di pesisir selatan Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terancam rugi. Harga jual hasil panen hanya dihargai Rp400 kilogram (Kg).

Salah seorang petani semangka, Anom mengaku tidak tahu persis penyebab murahnya harga semangka. Para pedagang yang  berasal dari Jakarta atau Bandung tidak berani menawar dengan harga yang lebih tinggi.

Padahal, pada musim penghujan seperti ini, biaya perawatan lebih tinggi. Selain rentan dengan serangan hama uret tanah tanaman, semangka pada musim penghujan banyak terserang jamur yang menyerang daun.

"Kalau harganya tidak segera membaik, balik modal saja sudah bagus," keluh Anom, di Kulonprogo, DIY, Sabtu (12/1/2008).

Sejumlah pedagang yang datang, kata Anom mengaku sulit menjual semangka pada musim penghujan. Minat masyarakat untuk mengkonsumsi buah yang banyak mengandung air ini menurun.

Di samping itu, banjir yang kerap melanda Ibukota membuat distribusi semangka ke kota besar mengalami keterlambatan. Akibatnya, semangka menjadi lebih cepat busuk di tangan pedagang besar.

"Di sejumlah daerah kini juga sedang panen. Jadi pasokan semangka di pasar sudah terlalu banyak," tambahnya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya