Dirut PLN: Direksi Baru Harus Lebih Bijak & Berani

, Jurnalis
Rabu 05 Maret 2008 13:23 WIB
Share :

JAKARTA - Jika tidak ada aral melintang, Menneg BUMN Sofyan Djalil, akan merombak direksi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) termasuk Dirut PLN Eddie Widiono, pada Kamis 6 Maret, besok.

Eddie Widiono-pun punya harapan atas kemajuan lembaga yang dipimpinnya dua kali periode. Eddie berharap, ada sifat bijak dan keberanian dalam mengambil keputusan.

Kedua hal itu menjadi penting, karena PLN saat ini semakin menantang dan mengalami grafik naik turun yang sangat drastis.

"PLN itu perusahaan yang dititipi oleh pemerintah, dan kita berhadapan dengan pasar. Makanya saya berharap nanti dalam mengambil keputusan direksi yang baru bisa lebih berani dan bijak," ujar Direktur Utama PLN Eddie Widiono.

Berikut pemikiran Eddie Widiono seputar PLN, yang terangkum dalam wawancara khusus dengan reporter okezone, Ade Hapsari Lestarini, di ruang kerjanya, Gedung PLN Pusat lantai 9, Jalan Trunojoyo Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Senin 3 Maret, lalu.

Apa harapan Anda terhadap direksi yang baru?

Saya harap memang direksi yang baru nanti bisa bijak dan berani dari saya dalam mengambil keputusan soalnya kan tidak mudah. Pada 2008 kebetulan tahun berat. Karena pembangkit yang kita bangun belum siap, lalu adanya kondisinya menjalang bulan pemilu.

Jadi memang waktu kurang berpihak pada kita. Lalu terjadi pergantian masalah dengan periode sebelumnya. Saya kira tidak ada kata pesimistis dalam menyadari tantangan yang berat.

Siapa kandidatnya?
Kami sudah siap-siap dan sudah memasukkan daftar nama mereka-mereka yang kami anggap baik untuk meneruskan estafetnya. Kita beri suasana yang kondusif untuk bisa terjadinya suatu pergantian yang wajar dan enak.

Apa yang harus dilakukan?
Dirut PLN ke depan menurut saya harus punya suatu kemampuan interpersonal untuk bisa meyakinkan anak buahnya. Bahwa sebaiknya mereka bekerja dalam arahan strategi yang diberikan.
Artinya, kita memang tidak bisa memaksakannya, tapi kita harus bisa memberi peluang untuk argumentasi dan membuat mereka yakin ada dalam koridornya.

Itu sebabnya pengambilan keputusan PLN tidak dilakukan di ruangan saya. Dengan tujuan semangat transparansi, karena rapat dihadiri oleh semua.

Kita tidak canggung karena desentralisasi jalan. Saya akan sangat sensitif kalau misalnya ada permintaan-permintaan yang sifatnya operasional dalam rapat direksi.

Saya bermimpi memang bahwa PLN pusat ini suatu saat akan hanya membahas masalah strategis saja dan tidak masalah operasional seperti masalah bagaimana PLN ke depannya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya