Di Penjara, Eddie Pesta Singkong dengan Pembunuh

, Jurnalis
Rabu 05 Maret 2008 15:56 WIB
Share :

JAKARTA - Pada 2006, Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Eddie Widiono sempat mendekam di penjara Mabes Polri.
Eddie mendekam selama empat bulan. Dia bercerita, bahwa sempat pesta singkong, ubi, dan mendengarkan nyanyian seorang bocah di tengah kesunyian malam.

Berikut lanjutan wawancara khusus Eddi Widiono dengan okezone, pada Senin 3 Maret lalu, di ruang kerjanya, di Gedung PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Bagimana saat Anda menjalani penahanan sebagai tersangka dalam kasus dugaan lorupsi PLTG Borang pada Mei 2006 lalu?
Waktu pertama kali masuk ada lima tahanan dari Papua yang tersangkut masalah penembakan yang tidurnya berdempetan.
Saya membayangkan tiba-tiba mereka dicabut dari akar keluarganya dan harus ada di lingkungan semua orang stres bayangkan betapa stressnya.

Saya membandingkan diri saya yang ditahan tidak sampai 100 meter dari kantor PLN, setiap hari saya berpikir seperi itu.

Banyak kawan-kawan dari PLN yang kasih suport. Tiba-tiba saya merasa betapa beruntungnya saya dibandingkan kawan-kawan dari Papua. Artinya, sejak itu saya merasa kasian.

Yang menarik ketika saya tanya bagaimana perasaannya. Mereka mengaku rindu makan singkong, permintaannya begitu
simpel. Maka saya suruh orang untuk bawa singkong dan ubi yang banyak.

Malamnya kita bikin acara. Cuma makan ubi rebus. Ada anak juga yang sering ngamuk, saya dekati ternyata dia rindu main gitar, saya lalu bawakan gitar dan langsung berubah.

Saat dia menyanyi ketika di tengah keheningan, saya mendengarnya sayup dari sel. Saya langsung pulas tidurnya.

Saat yang paling tidak enak adalah waktu tidur di sel, karena panas. Pas tidur saya berfikir dan banyak merenung kenapa ada di sini? Untungnya saya dapat sel sendiri. Karena dianggap punya status sosial, ya dikasih satu sel sendiri.

Sempat takut dan sedih?
Ya sedih pastinya. Tapi begitu saya melihat itu saya tidak boleh membiarkan perasaan-perasaan tadi merusak diri saya sendiri.

Saya masih di sini, saya masih ada fungsinya kok. Saya bikin acara untuk memeriahkan suasana di dalam sel dan akhirnya jadi tidak mencekam lagi.

Lalu ada seorang anak yang didakwa cyber crime, dia belum pernah ke Jakarta dan ketakutan karena belum tahu situasi di sini. Akhirnya saya menenangkan dia.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya