Minyak Tanah Mahal, Kompor Spiritus Diperkenalkan

Satria Nugraha, Jurnalis
Kamis 10 April 2008 12:47 WIB
Share :

YOGYAKARTA - Untuk melakukan langkah antisipasi terhadap krisis energi serta kenaikan harga BBM terutama setelah dilakukan pencabutan subsidi minyak tanah, saat ini telah diperkenalkan kompor berbahan bakar spiritus.

Penemu kompor berbahan bakar spiritus, Rohmat (34) asal Wonokerso, Wonosobo menjelaskan keberadaan kompor spiritus ini memiliki beberapa kelebihan dibanding kompor minyak tanah yang biasa dipakai selama ini. Kompor spiritus dinilai lebih hemat, tidak berjelaga dan aman.

"Ini lebih hemat dan aman. Dan kalau dibakar kompornya ini tidak meledak kok mas," kata Rohmat kepada wartawan usai presentasi di hadapan Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (10/4/2008).

Menurut Rohmat dirinya telah merintis pembuatan kompor spiritus ini sejak 3 bulan lalu. Kelebihan kompor ini kata Rohmat dengan memakai 1 liter spiritus bisa dipakai 5-7 jam. Sedangkan untuk kompor minyak tanah mampu dipakai sampai 8-10 jam. Sementara untuk harga spiritus tersebut saat ini lebih terjangkau masyarakat yaitu berkisar Rp5.600-6.000/liter dibanding minyak tanah nonsubsidi yang mencapai Rp9.000-9.500/liternya. Sedangkan untuk pembuatan kompor ini kata Rohmat mencapai Rp90.000-95.000 dan harga jual di pasaran bisa berkisar Rp200 ribu per kompor.

"Kompor spiritus sudah saya rintis sejak 3 bulan lalu. Dan ini lebih hemat bahan bakar mas dibanding minyak tanah. Tapi untuk saat ini pematenan sedang dalam proses sehingga belum bisa memproduksi dalam jumlah massal," ungkap Rohmat.

Namun demikian Rohmat belum berani menyampaikan rahasia komponen di dalam kompor yang memiliki keunggulan dibanding kompor minyak tanah selama ini. Dia bahkan berani mengungkapkan adanya tambahan campuran air terhadap spiritus tadi. "Bisa juga kok ini spiritusnya dicampur air hingga 30 persen," katanya.

Sementara itu Direktur PT Madu Baru (Madukismo) didampingi General Manager Rahmat Edi Cahyana mengatakan bahwa pihak Madukismo siap membantu pengembangan kompor berbahan bakar spiritus ini khususnya dalam penyediaan bahan bakar spiritusnya. Pihak PT Madubaru lanjut Subandrio juga akan terus meningkatkan luas areal tebu untuk bahan baku spiritus tersebut. Selama ini PT Madubaru baru bisa memproduksi spiritus sebesar 27 ribu/l/per hari dan akan ditingkatkan menjadi 50 ribu/l/per harinya.

"Kita mendukung terutama penyediaan bahan baku spiritusnya. Ke depan sangat memungkinkan luas areal tebu kita untuk bahan baku gula yang saat ini mencapai 6.000 hektare akan ditambah lagi 2.000-an hektare untuk menyuplai kebutuhan bahan bakar spiritus ini terutama lahan di Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman," tegas Subandrio.

Subandrio juga menjelaskan bahwa terkait program pengadaan kompor spiritus tersebut Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendukung dan berjanji akan ikut membantu pengembangannya guna mengurangi beban masyarakat kecil karena dengan adanya konversi minyak tanah ke gas masyarakat selama ini merasa terbebani dengan harga gas yang dijual seharga Rp12.500.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya