JAKARTA - Saham PT Bumi Resources Tbk anjlok hampir sembilan persen, akibat pemangkasan target volume penjualan menjadi 60 juta ton dari semula 62 juta ton pada tahun ini.
Harga saham berkode BUMI ini turun Rp600 ke posisi Rp6.150 per lembar saham. Harga saham BUMI yang anjlok menyeret indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah sebesar 2,42 persen atau 55,76 poin ke level 2.248,75 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 1 Agustus pekan lalu.
Pergerakan saham Bumi membawa pengaruh besar terhadap pergerakan IHSG karena bobot kapitalisasi pasar perusahaan pertambangan ini berada pada peringkat kedua yakni 7,04 persen di belakang PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sebesar 9,10 persen. Hingga kemarin, nilai kapitalisasi pasar BUMI mencapai Rp119,33 triliun.
Bumi dalam laporannya menyatakan, target volume penjualan pada tahun ini sebanyak 60 juta ton, lebih rendah dari estimasi perseroan pada 14 April sebanyak 62 juta ton. BUMI Patok Laba Tumbuh 150 persen.
Sementara itu, dikutip dari Ciptadana Daily Update, di Jakarta, Sabtu (3/8/2008), penjualan batu bara BUMI selama semester I-2008 turun 10,2 persen menjadi 25,4 juta ton dikarenakan curah hujan yang tinggi.
Namun, dengan penambahan alat berat di semester II-2008, BUMI yakin target mereka untuk menjual 60 juta ton batu bara pada semester kedua 2008 akan tercapai.
(Rani Hardjanti)